Widyaiswara Penggerak Birokrasi Digital, JAMNAS WI ke-4 Siap Digeledah di NTB

NTB siap menggelar JAMNAS Widyaiswara Indonesia ke-4 pada September 2026 untuk mendorong transformasi birokrasi digital, memperkuat inovasi ASN, dan menjawab tantangan kecerdasan buatan.

PorosLombok.com — Nusa Tenggara Barat siap menjadi pusat perhatian birokrasi nasional lewat gelaran Jambore Nasional Widyaiswara Indonesia ke-4 Tahun 2026. Forum megah yang digagas DPP APWI ini dijadwalkan berlangsung pada 19–21 September 2026 mendatang.

“Masa depan birokrasi tidak hanya ditentukan oleh kecanggihan teknologi, tetapi oleh kemampuan aparatur untuk terus belajar dan beradaptasi,” ujar Panitia Daerah JAMNAS WI ke-4, Drs. Cukup Wibowo, M.M.Pd., di Mataram.

Cukup Wibowo menegaskan bahwa agenda besar ini tidak sekadar menjadi ajang kumpul rutin antar-anggota profesi. Forum ini sengaja dirancang khusus sebagai ruang temu gagasan, inovasi, serta praktik baik bagi seluruh pengajar aparatur dari berbagai penjuru tanah air.

“Aparatur tidak cukup hanya menguasai regulasi dan prosedur, tetapi harus mampu membaca perubahan dan menerjemahkan pengetahuan menjadi kinerja,” katanya.

Menurut Cukup, dinamika birokrasi saat ini menuntut perubahan peran mendasar dari para widyaiswara di tempat tugas masing-masing. Mereka dituntut agar mampu bergeser dari sekadar pengajar kelas menjadi motor utama penggerak inovasi kinerja ASN modern.

“JAMNAS menghadirkan pengambil kebijakan nasional untuk mempertemukan perspektif kebijakan dengan pengalaman praktik pembelajaran di lapangan,” tambahnya.

Selanjutnya, dukungan penuh atas pelaksanaan forum bertaraf nasional ini juga mengalir deras dari jajaran Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat. Kehadiran ribuan penjamin mutu ASN di NTB dinilai bakal memberi dampak signifikan bagi akselerasi kapasitas aparatur daerah.

“Gubernur NTB H. Lalu Muhamad Iqbal sangat menyambut baik pelaksanaan JAMNAS WI di NTB untuk memperkuat budaya inovasi daerah,” kata Kepala Dinas Kominfotik NTB, Dr. H. Ahsanul Halik.

Ahsanul Halik menjelaskan bahwa arah pengembangan birokrasi NTB sangat selaras dengan visi utama yang diusung dalam JAMNAS. Pemerintah daerah memang membutuhkan aparatur cerdas yang responsif serta mampu memanfaatkan teknologi tepat guna demi peningkatan pelayanan publik.

“Pengembangan kompetensi ASN menjadi bagian penting dari penguatan kapasitas pemerintahan dan peningkatan kualitas pelayanan masyarakat,” jelasnya.

Seirama dengan hal tersebut, panitia daerah lainnya turut menyoroti makin besarnya tantangan yang dihadapi ASN di era pesatnya perkembangan kecerdasan buatan. Transformasi metode pembelajaran kini dituntut agar jauh lebih adaptif, digital, dan menyentuh kebutuhan nyata.

“Keberhasilan pembelajaran tidak berhenti pada bertambahnya pengetahuan, tetapi pada apa yang berubah ketika kembali ke tempat kerja,” tegas Panitia Daerah JAMNAS WI ke-4, Dr. Tuti Aprianti, S.Sos., M.M.

Tuti Aprianti memaparkan bahwa agenda JAMNAS bakal diisi beragam pembahasan krusial, mulai dari digital learning, tata kelola keuangan, hingga pencegahan stunting. Seluruh materi sengaja dirancang agar tetap terhubung dengan persoalan nyata di lapangan.

“JAMNAS menghadirkan Lomba Karya Inovasi Widyaiswara, gelar karya, dan pameran virtual agar gagasan dapat dipertukarkan,” ujarnya.

Tuti menambahkan, puncak acara pada 20 September mendatang bakal diisi oleh deretan menteri dan kepala lembaga negara sebagai narasumber Plenary Session. Forum ini juga dirangkai dengan penyerahan penganugerahan piagam kehormatan bagi Gubernur NTB.

“Tantangan birokrasi era AI adalah bagaimana membangun manusia yang mampu belajar, beradaptasi, dan berpikir kritis,” paparnya.

Kembali menegaskan urgensi acara, Cukup Wibowo menyampaikan bahwa rangkaian kegiatan ilmiah ini juga akan dipadukan dengan pengenalan budaya lokal NTB. Langkah ini sekaligus menjadi media efektif untuk mempromosikan potensi daerah ke tingkat nasional.

“Dari NTB, para Widyaiswara diharapkan tidak hanya membawa pulang pengetahuan, tetapi gagasan yang siap diolah menjadi inovasi,” pungkasnya.*

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

TERBARU