PorosLombok.com — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Lombok Timur kembali menyalurkan dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) dalam bentuk bantuan langsung kesehatan kepada 91 mustahik yang membutuhkan pada Senin (14/9/2026).
“Zakat yang ditunaikan oleh para muzaki merupakan amanah yang harus dikelola dan disalurkan dengan sebaik-baiknya,” kata Ketua BAZNAS Kabupaten Lombok Timur, Drs. H. Muhammad Kamli.
Langkah konkret ini diambil sebagai ikhtiar nyata lembaga pengelola zakat tersebut untuk memfasilitasi kebutuhan dasar masyarakat. Penyerahan bantuan dipusatkan di Aula BAZNAS Lombok Timur dengan dihadiri langsung oleh pimpinan BAZNAS serta para penerima manfaat.
“Melalui program kesehatan ini, kami berharap bantuan yang diberikan dapat meringankan beban para mustahik dan memberikan manfaat bagi mereka,” ujarnya.
Muhammad Kamli menegaskan bahwa sektor kesehatan menjadi salah satu pilar prioritas BAZNAS Lombok Timur. Pihaknya berupaya keras memastikan setiap rupiah dana zakat yang terhimpun dari para muzaki segera kembali dan dirasakan dampaknya oleh warga kurang mampu.
“Kesehatan merupakan salah satu kebutuhan dasar yang tidak dapat dipisahkan dari kualitas kehidupan masyarakat,” jelasnya.
Seirama dengan penanganan kesehatan, Sekretaris BAZNAS Lombok Timur Nurul Hadi, S.S., M.Pd. menyampaikan pentingnya penguatan pelayanan sosial. Pihaknya fokus mendorong penyaluran program sosial agar jangkauan penerima manfaat di wilayah Lombok Timur semakin meluas dan merata.
“Pendistribusian bantuan ini sekaligus menjadi wujud nyata kehadiran BAZNAS dalam memperkuat pelayanan sosial kemasyarakatan,” katanya.
Nurul Hadi menambahkan bahwa tata kelola dana ZIS terus ditingkatkan secara profesional, transparan, dan akuntabel. Pendekatan ini menjadi kunci utama agar tingkat kepercayaan para muzzaki semakin menguat dari waktu ke waktu.
“Kami berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pengelolaan ZIS sehingga manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat yang membutuhkan,” tegasnya.
Selain menyelesaikan persoalan medis jangka pendek, BAZNAS Lombok Timur merancang program ini guna membangun solidaritas sosial. Sinergi yang kuat antara pembayar zakat dan penerima bantuan diharapkan mampu mendorong kemandirian serta Kesejahteraan Warga.
“Semoga bantuan ini tidak hanya bermanfaat secara langsung, tetapi juga menjadi bagian dari upaya bersama memperkuat kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya.


















