close

SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

28 C
Jakarta
Rabu, Januari 21, 2026

Bupati Haerul Warisin Instruksikan Percepatan Perbaikan Infrastruktur Jalan di Lombok Timur

(PorosLombok.com) – Bupati Lombok Timur, H. Haerul Warisin, menginstruksikan jajaran Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) untuk mengoptimalkan langkah taktis dalam percepatan perbaikan infrastruktur jalan guna menjamin kelancaran aksesibilitas masyarakat.

​”Kalau hanya 50 meter, kenapa tidak UPT saja yang bekerja? Carikan payung hukumnya, saya bilang,” tegasnya.Senin kemarin (20/01/2026).

​Langkah ini diambil karena Bupati menilai sangat tidak efisien jika titik kerusakan yang hanya puluhan meter harus menunggu siklus lelang tahun anggaran berikutnya yang memakan waktu lama.

​”Ada payung hukumnya, kata Pak Kadis yang sudah berpengalaman di sana,” katanya.

​Penanganan darurat melalui Unit Pelaksana Teknis (UPT) dianggap jauh lebih masuk akal dan cepat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat ketimbang harus mencari pemborong baru untuk volume pekerjaan yang terbatas.

​”Ada data itu, yang sedang disiapkan sekitar 2 kilo di Sambelia. Ada kerusakan hanya 50 meter. Nah, kerusakan 50 meter ini, masa kita harus menunggu tahun depan?” cetusnya.

​Sebagai upaya penguatan infrastruktur, Pemkab Lombok Timur juga berencana menambah jangkauan layanan dengan menyediakan fasilitas UPT jalan yang lebih dekat dengan titik rawan di tingkat kecamatan.

​”Tahun ini ditambah satu, Pak, wilayah di Pringgabaya. Kita fasilitas UPT-nya di sana,” jelasnya.

​Selain fokus pada perbaikan skala kecil, perhatian pemerintah daerah saat ini tertuju pada pemanfaatan sisa anggaran sebesar Rp29 Miliar yang dialokasikan dari pemerintah pusat.

​”Mengenai percepatan itu, kan ada sisa 29 Miliar yang ditetapkan pemerintah pusat. Itu sudah saya diskusikan dengan Beliau,” katanya.

​Dana puluhan miliar tersebut dipastikan akan disebar untuk mengakomodasi berbagai usulan pembangunan yang datang dari tingkat bawah agar seluruh akses transportasi warga kembali lancar.

​”Mana yang proposal Pak Kepala Desa, proposal Pak Camat, dan keluhan masyarakat mengenai jalan-jalan yang tidak jalan itu, itu kita selesaikan dengan sisa yang 29 Miliar tersebut,” pungkasnya.

(arul/PorosLombok)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERBARU

IKLAN
TERPOPULER