(PorosLombok.com) – Bupati Haerul Warisin menepis kabar miring yang menyebutkan dirinya menggerakkan kelompok preman saat aksi unjuk rasa mahasiswa di depan Kantor Bupati, Selasa (20/1/2026).
Tokoh yang akrab disapa H. Iron tersebut menyatakan tidak pernah mengeluarkan perintah untuk menurunkan massa tandingan dalam bentuk apa pun.
”Saya tegaskan tidak ada instruksi dari saya untuk mengerahkan kelompok tertentu,” ujar H. Iron saat memberikan penjelasan kepada wartawan.
Ia justru memberikan penilaian positif terhadap cara mahasiswa menyampaikan aspirasi yang dinilai sangat sopan dan tertib.
H. Iron menganggap aksi tersebut berjalan sesuai aturan hukum sehingga pemerintah daerah merasa perlu memberikan apresiasi.
Mengenai substansi unjuk rasa, ia memastikan seluruh tuntutan yang disampaikan bakal segera diproses oleh jajaran terkait.
”Aspirasi tersebut pastinya segera saya tindak lanjuti sebagai bentuk respons pemerintah,” tambahnya.
Terkait insiden kericuhan yang sempat muncul, H. Iron menduga ada oknum dari luar rombongan mahasiswa yang menjadi pemicu gesekan.
Pemerintah Kabupaten Lombok Timur tetap memegang komitmen untuk menjamin kebebasan berpendapat di muka umum.
Bupati meminta semua pihak menahan diri dan tidak mudah terhasut oleh informasi yang kebenarannya masih diragukan.
Ia menyerahkan sepenuhnya pengusutan penyebab keributan tersebut kepada aparat kepolisian agar ditangani secara profesional.
”Kita semua harus menjaga komunikasi yang sehat agar daerah ini tetap kondusif,” tutup H. Iron.
(*/PorosLombok)













