Kadis PMD Lombok Barat Sebut Sosialisasi 4 Pilar Merupakan Kegiatan Strategis

LOMBOK BARAT | Poroslombok.com – Acara Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan merupakan kegiatan penting dan strategis yang harus selalu dan setiap saat untuk diingatkan kepada seluruh komponen masyarakat.

Demikian diungkapkan oleh Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Lombok Barat, Heri Ramadan, saat diwawancarai media ini usai mengikuti acara Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan di Menenteng, Batu Layar, Lombok Barat, Selasa kemarin (23/11/21).

Diketahui, acara tersebut dihadiri oleh 119 Kepala Desa se-Kabupaten Lombok Barat, dimana hadir sebagai pemateri adalah anggota komisi I DPD RI dari Dapil NTB, Ir.H. Achmad Sukisman Azmy, M.Hum.

Heri menekankan agar seluruh komponen masyarakat selalu berpancasila, berNKRI, berbinneka tunggal ika dan selalu mematuhi konstitusi undang-undang dasar 1945.

“Ini program kerja yang rutin setiap tahun diselenggarakan oleh DPD RI. Nah kebetulan pak H. Sukisman adalah anggota DPD kita yang bertugas melaksanakan acara Sosialisasi 4 Pilar ini,”ucapnya.

Tak hanya itu, kata dia menambahkan, akan tetapi momentum kegiatan tersebut dimanfaatkan untuk memberikan ruang bagi Kepala Desa untuk menyampaikan saran dan masukan kepada senator untuk disampaikan kepada otoritas kementerian terkait.

“Banyak sekali regulasi-regulasi yang mungkin belum berpihak kepada Desa. Dan itu yang coba kita sampaikan kepada senator kita,”imbuhnya.

Kaitannya dengan usulan Kepala Desa agar pemerintah memberikan tambahan dana operasional Kepala Desa menurut hemat dia memang urgent untuk disampaikan kepada DPD sebagai perwakilan daerah yang memilik.

Hal itu juga dirasa sangat wajar jika melihat kinerja Desa sebagai garda terdepan bahkan dalam bernegara sekalipun. Ia memberi contoh ketika penanganan covid-19 dan pelayanan vaksinasi dimana desa mendapat peran yang vital dalam program tersebut.

“Makanya saya katakan, sangat logis ketika Desa ini meminta tambahan dana operasional,”tukasnya.

Terakhir ia menegaskan, bahwa 4 Pilar ini merupakan benteng terakhir bangsa dalam menangkal pengaruh dari luar. Terlebih pada tahun-tahun kedepan daerah ini akan kedatangan banyak tamu dari luar yang akan menyaksikan gelaran balap kelas dunia di Sirkuit Mandalika.

“Harapannya, masyarakat kita dapat menunjukkan jati diri bangsa yang sesuai dengan nilai pancasila, jadi bukan kita yang terpengaruh oleh budaya luar,” pungkasnya.

(ns/pl)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Bank NTb

TERBARU