LOTIM – Poroslombok.com | Salah satu pemuda pelopor atas nama, Muh Zulham Mardiansyah asal Lingkok Kolo, Desa Borok Toyang, Kecamatan Sakra Barat, Lombok Timur berhasil mengikuti tahap penjurian tingkat nasional bidang Inovasi Teknologi (sabun cuci).
Kepastian itu didapat menyusul hasil keputusan rapat pleno pada tanggal 13-14 September 2022 yang telah menetapkan untuk memanggil calon pemuda pelopor yang dinyatakan lulus berdasarkan hasil fact finding (pencarian fakta-red) calon Pemuda Pelopor Tingkat Nasional yang telah dilaksanakan pada tanggal 4 Juli – 11 September 2022.
Kepala Bidang Pemberdayaan Pemuda pada Dinas Pemuda dan Olah Raga (Dispora) Lotim, Saifuddun Zuhri, mengungkapkan bahwa ada tiga perwakilan pemuda pelopor asal Lombok Timur yang menjadi juara 1 di tingkat provinsi NTB, melaju ke tingkat Nasional.
“Tiga nomintor asal Lotim yang mewakili NTB yakni atas nama Lukmanul Hakim dari Jerowaru, Firman sidik dari Suralaga dan Muh Zulham Mardiansyah dari Sakra Barat,” ungkap Saifuddin Zuhri saat yang dikonfirmasi poroslombok.com via pesan WhatsApp, Sabtu (24/9).
Dari hasil penilaian lapangan, tambah dia, dari tiga nominator asal lombok timur yang di nilai, hanya satu orang yang dapat memasuki babak akhir yaitu atas nama Zulham Mardiansyah yang memiliki inovasi di bidang teknologi, yakni membuat sabun cuci dari bahan-bahan alami yang ada di sekitarnya.
Diterangkan Saifuddin, penilaian tingkat nasional menggunakan mekanisme dengan dua tahapan, yaitu penilaian fakta lapangan dan presentasi di tingkat pusat. Adapun seleksi akhir di tingkat nasional pada tanggal 3 – 6 Oktober nanti bertempat di jakarta.
“Saya selaku kepala bidang pemberdayaan pemuda, telah melakukan pembinaan dengan menambahkan beberapa informasi presentasinya, agar lebih jelas dan mendapat respon positif,” beber Bang Saif, begitu ia akrab disapa.
Terkait dengan beberapa informasi yang dimaksud adalah, diantaranya agar supaya Zulham Mardiansyah dapat memasukkan bahwa bahan karya inovasinya tersebut mudah didapatkan dan berada di desanya, atau di sekitar tempat tinggalnya.
Sementara itu, Zulham Mardiansyah yang dihubungi terpisah mengaku bahagia setelah mendengar informasi tentang keterpilihan dirinya mewakili NTB di tingkat nasional dalam ajang kepeloporan pemuda bidang inovasi teknologi.
Betapa tidak, perjuangan panjang yang ia lakoni mulai dari seleksi tingkat kabupaten, provinsi hingga seleksi tingkat nasional yang telah dilaksanakan beberapa waktu lalu, telah membawa kebahagiaan tersendiri bagi dirinya pribadi.
Namun begitu, dirinya mengakui bahwa apa yang ia capai hingga berada pada posisi sekarang ini bukan semata-mata atas kerja dia secara pribadi, melainkan sebagai prestasi kolektif atas sinergi banyak pihak.
Zulham lantas menyebutkan pihak-pihak yang telah ikut andil bersinergi dalam ajang yang diikutinya. Diantaranya adalah pemerintah desa, para pemuda yang ada di desanya, pemerintah kecamatan, kabupaten hingga provinsi.
“Dan bagi saya, boleh dikatakan sangat menantang tapi juga mengasyikkan. Di situ letak kebahagiaan kami, karna keterlibatan berbagai pihak. Dan tentunya harus kami bersyukur,” ucap Zulham Mardiansyah via pesan voice WhatsApp.
Lantas mengenai persiapannya dalam menghadapi penjurian di tingkat nasional nanti, dirinya tetap mengharapkan segala bentuk masukan dari semua pihak yang senantiasa memberikan bantuan sejak awal.
Dia mengatakan, sejauh ini dirinya terus melakukan komunikasi dan koordinasi dengan pemerintah kabupaten, provinsi maupun pemerintah desa didalam mempersiapkan hal-hal yang perlu dipersiapkan sebagai bahan presentase yang perlu didesain dan dipersiapkan lebih matang.
“Alhamdulillah hari ini kami sudah mengirimkan bahan-bahan sebagai sampel nanti di tingkat nasional. Dan tentunya juga kami minta restu dan doa kepada semua masyarakat, mudah-mudahan kami bisa memberikan yang terbaik buat daerah kita, khususnya Lombok Timur dan NTB,” tutupnya.
(anas/pl)
















