Adanya Dugaan Kongkalikong di Proyek KIHT, Formicas Gelar Aksi Unjuk Rasa

Poroslombok.com, LOTIM –

adanya dugaan permainan dalam Pembangunan Proyek pembangunan Kawasan Industri Hasil Tembakau (KIHT) Desa Paokmotong, Kecamatan Masbagik, Lombok Timur sejumlah Masyarakat Kecamatan masbagik, yang tergabung dalam Forum Mitra Cafe Syariah (Formicas), adakan aksi unjuk rasa. Senin (26/09).

Aksi tersebut, diwarnai aksi membakar ban di depan pintu keluar masuk kendaraan material dan membentangkan sepanduk. Massa Aksi dikawal langsung oleh personil Kepolisian dan TNI dengan melibatkan Pol PP dan Dishub.

Adapun tuntutan massa aksi yakni (1), meminta Pihak Perusahaan untuk menaikkan tarif ongkos Dan Truk untuk angkutan tanah uruk (2), Stop pungutan liar di Lokasi pembangunan KIHT, (3) Menuntut uang tali asih bagi masyarakat yang terkena dampak pembangunan, (4) Proses Hukum para pelaku mar’up dan pungli (5) Mengakomodir pengusaha dan pekerja Lokal dalam penyediaan barang dan jasa.

Dalam orasinya ketua Formicas Zuarno Saputra menyampaikan, bahwa pembangunan KIHT ini harus menguntungkan masyarakat lokal, setidaknya warga disekitar proyek mendapatkan manfaat dari pembangunan ini.

“Masyarakat yang terlibat dalam pembangunan ini harus mendapatkan asuransi dan mendapatkan upah yang layak,masyarakat kita ini juga harus mendapatkan ongkos yang sesuai” pintanya.

Dikatakannya saat ini upah pekerja dalam pembangunan proyek ini sangat rendah, dan tidak sesuai dengan standar upah, ini juga alasannya sehingga aksi ini digelar.

Sementara itu Lalu Putradi yang juga orator dalam orasinya menyampaikan, pembangunan dalam proyek ini syarat akan permainan, karena diduga PT yang memegang proyek merupakan perusahaan yang bermasalah, dan mempunyai nama kurang bagus di beberapa provinsi.

“Kalau dari awal saja sudah bermasalah bagaimana selanjutnya, saya yakin dalam proyek ini ada permainan yang dilakukan oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab,” ujarnya

Ia berharap kepada masyarakat yang ada di Kecamatan Masbagik untuk bersatu, mengawal proyek KIHT ini, dan tentu masyarakat masbagik juga harus mendapat manfaat, terutama yang terlibat langsung dalam pembangunan ini.

“Makanya kami menghimbau masyarakat agar melakukan kontrol agar pembangunan proyek ini transparan dan akuntabel,” tegasnya.

Sementara itu dari pihak Perusahaan tidak ada yang datang menemui massa aksi, sempai massa membubarkan diri.

(Arul/ Poroslombok)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

TERBARU