PorosLombok.com, LOTIM –
Salah satu Kuasa Hukum Serikat Buruh Migran Indonesia (SBMI) Husnul Fajri.SH, asal Lotim terpilih Mewakili indonesia dalam pertemuan Tingkat Asia, yang diselenggarakan oleh Migran Forum In Asia.(MFA).
MFA adalah jaringan regional organisasi non-pemerintah (LSM), Asosiasi dan serikat pekerja migran, advokat individu di Asia, yang berkomitmen untuk melindungi, mempromosikan, Hak dan kesejahteraan pekerja migran.
Acara ini digelar di Malaysia yang diikuti oleh sejumlah negara asia yang dimana pertemuan tersebut nantinya membahas terkait buruh migran, yang akan berlangsung selama 5 hari, dari tanggal 2-6 Oktober 2022. dan tanggal 7-22 Oktober pertemuan dengan PMI di Malaysia, dubes ,DPLN Malaysia di kuala Lumpur serta Organisasi Pemerhati PMI.
Kepada PorosLombok, Husnul Fajri mengatakan, bahwa pertemuan ini nantinya akan membahas beberapa persoalan tentang isu buruh Migran, atau kalau di indonesia Pekerja Migran Indonesia (PMI).
“Karena banyak sekali masalah yang kita temukan tentang PMI ini, maka dari itu pertemuan ini sangat penting, terutama sebagai langkah awal kita membela hak-hak PMI khususnya yang berasal dari NTB,” ucapnya, Kamis (29/09).
Adapun tema yang akan dibahas pada pertemuan ini nantinya, tentang beberapa masalah yang sering dialami oleh para buruh migran, seperti pencurian upah, Pemutusan kerja sepihak dan beberapa masalah lainnya. dan tentunya nanti akan ada solusi dari MFA untuk menyelesaikan masalah-masalah tersebut.
“Karena itu memang salah satu tujuan diadakan pertemuan oleh MFA,” ujarnya.
Tak hanya tentang masalah buruh Migran akan tetapi kata perempuan yang akrab dipanggil Ayi ini, dipertemuan ini juga nantinya akan dibahas dampak covid-19, terutama bagi buruh migran karena sejak 2 tahun terakhir ini pandemi membuat lesu semua sektor.
“Kita lihat sejak covid-19, semua negara ditutup para PMI kita banyak yang dipulangkan, dan begitu banyak proses dan prosedur tambahan ketika mau menjadi buruh Migran,” tandasnya.
Sementara itu Ketua SBMI NTB Usman S.Pd sangat mengapresiasi se tinggi-tingginya, dan bangga karena salah satu anggotanya terpilih mewakili Indonesia di Forum Asia, karena menurutnya tidak banyak yang bisa ikut dalam pertemuan ini, dan seharusnya pemda juga harus memberikan apresiasi karena Husnul Fajri merupakan warga Lombok Timur.
“Ini merupakan bukti bahwa SBMI tidak bisa dipandang sebelah mata, dan sebagai bukti bahwa kita di organisasi ini tidak main-main dalam memperjuangkan hak-hak para PMI yang dizolimi baik di dalam Negeri maupun di luar Negeri,” ujarnya.
Usman berharap semoga dengan adanya pertemuan ini semakin memperluas jaringan SBMI, sehingga kedepannya SBMI menjadi organisasi yang istiqomah berjuang sesuai rel yang ada.
“Saya ucapkan selamat buat adik kita Ayik, dan semoga selamat sampai negeri Jiran Malaysia,” pungkasnya.
(Arul/ Poroslombok)
















