Awalnya Minta dihentikan Sementara, Kini Formicas Dukung Proyek KIHT, Ada Apa ?

PorosLombok.com, LOTIM-

Sejak awal pembangunan Proyek Kawasan industri Hasil Tembakau (KIHT) yang berlokasi di eks Pasar Paokmotong kecamatan Masbagik Lombok Timur, banyak menuai kecaman dari berbagai pihak, salah satunya, Forum Mitra Cafe Syariah, yang dimana pada aksinya meminta proyek ini dihentikan untuk sementara karena dianggap tidak mengakomodir warga setempat.

Namun begitu mengejutkan selang beberapa bulan, pasca aksi demontrasi seolah berbalik 180 drajat, kini formicas tiba-tiba mendukung penuh pembangunan proyek KIHT, ada apa?

Saat dikonfirmasi mengenai hal tersebut, Koordinator Formicas Zuarno Saputra mengatakan, bahwa selama ini pihaknya tidak pernah menolak pembangunan KIHT ini, akan tetapi aksi yang dilakukan saat itu hanya sebagai bentuk permintaan tali asih untuk masyarakat setempat.

“Setelah kita berkomunikasi dengan pihak perusahaan, alhamdulilah perusahaan menaikkan ongkos DAM dan sebagainya,” ungkap Zuarno, Jumat (28/10).

Tak hanya menaikkan ongkos Dam truk, akan tetapi kata zuarno, masyarakat setempat banyak yang sudah di akomodir, untuk ikut terlibat di pembangunan proyek ini, dan pembangunan KIHT saat ini sedang berjalan, dengan anggaran Milyaran Rupiah jadi tidak semudah itu untuk dihentikan.

“Kalau kita hentikan pembangunan KIHT ini siapa yang akan “Pocol” (Rugi-red) tentu kita semua kan?,” Tanyanya.

Dengan dibangunnya proyek ini, tentu kecamatan Masbagik akan jadi kawasan industri tembakau, yang kemungkinan bisa mengangkat perekonomian masyarakat setempat dan meningkatkan PAD untuk daerah, Jadi pembangunan ini memang sudah sepatutnya untuk di dukung.

“Kalau ada yang nolak hal yang biasa dalam demokrasi, sah-sah saja, namun yang perlu diingat KIHT ini cuma ada beberapa di Indonesia salah satunya di Lotim,” ujarnya

Dirinya juga menegaskan bahwa, bukan karena ada sesuatu sehingga ia mendukung pembangunan KIHT ini, akan tetapi murni semua aspirasi masyarakat sudah di penuhi oleh pihak perusahaan, dengan demikian tentunya akan tercipta simbiosis mutualisme atau sama-sama saling menguntungkan antara pihak PT dengan Warga setempat.

“Jadi tidak ada istilah karena saya disogok sama perusahaan sehingga saya mendukung, Justru kita pocol (rugi) ini,” ketusnya.

Setelah nanti KIHT ini berdiri, sambungnya akan semakin mempermudah masyarakat untuk pengurusan izin cukai dan uji laboratorium kandungan tembakau, sehingga akan menumbuhkan para UMKM baru di Lombok Timur di bidang industri tembakau.

“Saya mewakili Formicas mendukung penuh pembangunan KIHT ini, dan siap mengawal sampai selesai,”pungkasnya

(Arul/ PorosLombok)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

TERBARU