PorosLombok.com – LOTIM –
Intensitas air hujan yang tinggi beberapa bulan terakhir membuat rawan terjadi bencana banjir dan tanah Longsor, seperti yang terjadi di desa Tetebatu kecamatan sikur, Lotim, membuat tanggul di wisata ulem-ulem di desa tersebut jebol.
Kepala Pelaksana harian (Kalak) BPBD Lotim Lalu Mulyadi mengatakan, ada beberapa desa yang saat ini rawan terjadi bencana alam, terutama banjir dan tanah Longsor, sehingga masyarakat dihimbau untuk tetap selalu waspada.
Hal tersebut diungkapkan Lalu Mulyadi. usai mengikuti rapat antisipasi bersama sekda dan Forkopimcam di kantor desa Kotaraja, Pada Senin Malam (14/11).
Sebagai upaya antisipasi, jelas mantan kadis PUPR ini, pihaknya saat ini sedang melakukan langkah-langkah Mitigasi bencana, terutama pada desa-desa yang rawan terjadi banjir dan bencana lainnya, yakni desa Tetebatu Selatan, Kotaraja dan desa Loyok.
“Masyarakat harus tetap waspada, atas kemungkinan buruk yang akan terjadi khususnya di tiga desa ini,” ujarnya.
Di BPBD sendiri ia mengaku setiap harinya tetap melakukan pemantauan terhadap saluran-saluran air sungai yang ada di tiga desa yang rawan terjadi bencana alam, dengan berkerjasama dengan dinas PUPR Bidang pengairan, sehingga jika terjadi bencana TIM reaksi cepat (TRC) segera terjun kelapangan.
“Untuk sementara kami meminta bidang pengairan membuka DAM Bengke malam ini guna membagi debet air,” tandasnya.
Kedepannya kata Lalu Muliadi, pihaknnya mengharapkan masyarakat yang tinggal disekitar bantaran sungai Maronggek untuk waspada jika curah hujan tinggi, dan selalu memperhatikan sampah-sampah sekitar, karena hal tersebut merupakan salah satu penyebab banjir.
“Terutama sampah-sampah yang ada di Lokalisasi, ini yang sangat perlu kita perhatikan,” pungkasnya.
(Arul/porosLombok)
















