Lotim, PorosLombok.com – Tim Gabungan terdiri dari Basarnas, Polair, Brimob, BPPD masih melakukan pencarian bocah berusia 8 tahun, yang dilaporkan hilang terseret arus parit di jalan TGH. Zainuddin Abdul Madjid atau di simpang empat SDN 2 Selong beberapa hari yang lalu.
Namun memasuki hari ke-5 tim pencarian belum menemukan petunjuk, tentang tanda-tanda anak tersebut, padahal tim sudah menyisir sepanjang sungai dari titik awal tempat kejadian.
“Kita sudah melakukan pencarian dari titik awal kejadian bahkan sampai muara sungai, di pertengahan dan sampai saat ini hasilnya masih nihil,” ucap Komang Subudiaya, Koordinator Pos SAR kayangan saat dikonfirmasi PorosLombok. kamis (16/02).
Dijelaskan Komang, target pencarian menurut SOP yang sudah ditetapkan selama 7 hari sehingga waktu yang tersisa tinggal 2 hari lagi, sehingga dengan waktu tersisa ini diharapkan korban bisa ditemukan. namun Jika selama satu minggu belum juga ada hasil maka akan dihentikan pencarian sambil menunggu petunjuk yang baru.
“Kita berharap korban segera bisa ditemukan, agar keluarganya bisa tenang dengan kondisi apapun,” tandasnya.
Diberitakan seblumnya bahwa bocah pelajar SD bernama Faisal Mursyd Anwar berusia 8 tahun, dilaporkan hilang terseret arus parit di jalan TGH. Zainuddin Abdul Madjid atau di simpang empat SDN 2 Selong.
Musibah itu terjadi pada Minggu (12/2) sekitar pukul 15.30 wita. Demikian disampaikan Kasi Humas Polres Lombok Timur IPTU Nicolas Oesman.
Kata dia, hingga saat ini korban (Faisal) belum ditemukan, dan masih dilakukan pencarian oleh tim SAR bersama dengan petugas BPBD Lotim.
“Korban (Faisal-red) terseret arus parit saat sedang mandi hujan bersama teman-temannya dari Kelayu ke Selong bersama teman-temannya,” tuturnya.
Namun, saat korban melihat ada bola di samping pos pengamanan simpang empat Kantor Lurah Selong dan hendak mengambilnya, karna korban mengira di dalam genangan air ada trotoar sehingga mencoba berjalan, Tapi naas, korban langsung terpeleset ke genangan air yang mengalir tersebut, sedangkan teman korban melihat itu berusaha menarik tangan korban akan tapi tidak berhasil.
“Korbanpun terseret arus air parit yang begitu deras, apalagi sedang hujan lebat,” terangnya.
Melihat korban terseret arus, seketika teman korban langsung mencari korban menelusuri jalur parit tersebut, akan tetapi tidak berhasil. Bahkan petugas Kepolisian, SAR, BPBD bersama masyarakat berusaha untuk melakukan pencarian dengan menelusuri arus air parit tersebut,akan tapi belum berhasil.
Rencananya, pencarian korban akan dilanjutkan besok pagi.
(Arul/ Poroslombok)
















