Hj. Erna Susiawati, Rela Mengundurkan Diri Jadi ASN Demi Ummat

LOTIM, PorosLombok.com– Hujan Begitu lebat siang itu, langkah kaki seorang wanita mengenakan cadar hitam tampak begitu hati-hati melewati jalan perkampungan yang begitu becek dan berlumpur, disebuah dusun yang berada di Kecamatan Jerowaru, Kabupaten Lombok Timur, yakni dusun Klotok,desa Wakan, Jumat (18/02)

Wanita tersebut adalah Hj.Erna Susiawati,SH.MH, salah satu wanita yang mempunyai semangat baja untuk terus melangkah mengabdikan dirinya demi ummat. “Kita mau sosialisasi Koperasi Amanah Tazkia Syariah, untuk membantu masyarakat yang kurang mampu,” ucapnya sambil tersenyum.

Disepanjang jalan menuju lokasi sosialisasi, ia disambut riang gembira oleh para penduduk, terlihat keikhlasan terpancar dimata mereka,senyum yang polos, dengan wajah sedikit kucel, mungkin karena mereka baru pulang menggarap sawah.

Untuk sampai ke lokasi Hj. Erna harus melewati pematang sawah yang dikelilingi padi hijau royo-royo yang begitu indah, yang berada di kaki perbukitan yang tampah kokoh, dan puncaknya menjulang tinggi seolah menantang langit.

Beberapa jam kemudian datanglah Hj.Erni ditempat sosialisasi, tampak puluhan masyarakat menyambutnya dengan penuh suka cita, sambil menyiapkan teh hangat dan makanan ringan lainnya.”selamat datang Buk Hajjah ditempat kami,” ucap salah satu warga.

Setelah beberapa saat, mulailah acara sosialisasi tersebut, mengawali pidatonya Hj.Erna bercerita tentang kisah dirinya yang sebelumnya merupakan salah satu Aparatur Sipil Negara (ASN) yang menjabat sebagai kepala UPT PLKB Kecamatan Aikmel.

Namun sejak 2019 yang lalu ia memutuskan untuk risen sebagai ASN, kerena dorongan hati yang begitu kuat, untuk mengabdikan dirinya kepada masyarakat.”Sudah cukup pengabdian saya kepada negara, saatnya saya mengabdi untuk ummat,”ucapnya

Kendati demikian, walaupun ia memilih untuk risen sebagai abdi negara bukan berarti ia sudah memiliki segalanya, baginya yang paling penting bagaimana menjadi seorang manusia yang bermanfaat bagi orang banyak, sehingga ia mendirikan sebuah Perusahaan Travel yang bergerak di bidang Haji dan Umroh.”Secara pribadi dengan saya membuat Perusahaan yang bergerak di bidang Haji dan Umroh membuat saya lebih dekat dengan sang pencipta dan membuat hidup saya lebih tenang,” akunya.

Karena baginya hidup di dunia, tujuan utamanya adalah ibadah, demikian juga seluruh manusia, yang bekerja di semua bidang, tidak ada bedanya, baik dokter, petani, bupati dan sebagainya, yang penting semua itu dijalankan secara amanah dan istiqomah.”Ibu bapak juga akan dapat berkah, kalau usaha itu dijalankan sesuai petunjuk agama, sehingga hasil yang didapatkan akan menjadi keberkahan untuk anak istri dirumah,” ujarnya.

Tak terasa waktu pidatonya pun telah selesai, karena jam sudah menunjukkan pukul 5.30 Wita, sehingga, ia pun mengakhirinya. “Sampai disini dulu, besok kita sambung lagi,” tutupnya.

Kisah Hj. Ernawati seolah menjadi sebuah inspirasi tentang bagaimana bekerja dengan Istiqomah, sehingga berusahalah dengan amanah, apapun pekerjaan dan profesi itu, karena hidup di dunia ini, hanyalah untuk ibadah dan mencari keberkahan.

(Arul/PorosLombok)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

TERBARU