PorosLombok.com – Perjuangan gigih Malira Andina, wisudawati terbaik UIN Mataram ber-IPK 3,82 asal Desa Pringgajurang Kecamatan Montong Gading Lombok Timur, kini mengetuk nurani dan kepedulian pemerintah pada Sabtu (25/7/2026). Tangisan haru ini menuntut hadirnya keadilan nyata bagi pemuda daerah.
Pengorbanan tak terhingga dari keluarga di pelosok desa seolah menjadi saksi bisu betapa mahalnya sebuah cita-cita. Tanpa uluran tangan dan kepedulian sungguh-sungguh dari pemerintah daerah, mimpi besar para sarjana berprestasi ini berisiko sirna tergilas kerasnya kenyataan persaingan hidup.
“Saya berjuang sekuat tenaga demi membanggakan orang tua dan berharap pemerintah daerah tidak membiarkan harapan kami padam,” ujarnya.
Malira mengungkapkan keharuannya atas perjuangan panjang menembus keterbatasan ekonomi pelosok Montong Gading demi menuntaskan pendidikan tinggi dengan predikat kelulusan sangat memuaskan.
“Pemerintah harus hadir membuka jalan agar anak-anak desa tidak merasa berjuang sendirian di tanah kelahirannya,” katanya.
Jeritan hati para pemuda berbakat asal pedalaman sejatinya merupakan tamparan keras bagi jajaran pembuat kebijakan publik. Pemerintah daerah dituntut tidak sekadar memberi piagam penghargaan formalitas, melainkan merajut masa depan nyata bagi aset bangsa yang terlupakan di pelosok daerah.
“IPK tinggi ini adalah bukti keringat orang tua saya, sehingga pemerintah wajib merangkul potensi seluruh anak daerah,” jelaskannya.
Gadis asal Pringgajurang ini tak sanggup menahan rasa haru saat menyadari perlunya wadah pengalaman kerja nyata dari pemerintah demi mengasah minat serta potensi alaminya di bidang bisnis.
“Dukungan pemerintah akan menjadi pemicu semangat kami untuk terus bangkit dan membuktikan kapasitas diri,” katanya.
Sementara itu, komitmen memperjuangkan nasib para alumni berprestasi terus disuarakan agar menjadi perhatian prioritas di daerah. Penataan program magang nasional yang berpihak pada potensi lokal diharapkan sanggup membuka celah keberhasilan bagi seluruh putra-putri daerah tanpa terkecuali.
“Kepekaan pemerintah daerah sangat menentukan apakah cita-cita generasi muda ini akan mekar atau justru layu,” tegasnya.
Malira menegaskan bahwa perhatian pemerintah dalam menyediakan fasilitas pelatihan kerja akan menjadi penyelamat bagi ribuan asa pemuda yang mendambakan kepastian masa depan.
“Jangan biarkan air mata perjuangan kami bermuara pada kesia-siaan tanpa ruang pengabdian dari pemerintah,” terangnya.
Sentuhan kasih dan ketegasan kebijakan pemerintah menjadi penentu utama dalam menyelamatkan masa depan sarjana terbaik bangsa. Sinergi emosional antara rakyat dan pemimpin daerah diyakini sanggup melahirkan keadilan sosial yang hakiki bagi seluruh putra-putri berprestasi di Nusa Tenggara Barat.
“Kepedulian nyata pemerintah adalah hadiah terindah bagi perjuangan anak desa yang ingin berbakti bagi daerah,” ujarnya.
Kehadiran penuh pemerintah dalam memeluk impian anak daerah diyakini mampu menyulut kembali lentera harapan di setiap sudut desa.

















