Cara Asik Beternak Kambing Cegah Stunting di Lombok Timur

LOMBOK TIMUR – PorosLombok.com | Peternak Kambing yang ada di Desa Ketangga Jeraeng, Kecamatan Keruak, Lombok Timur punya cara unik membantu pemerintah dalam mengatasi persoalan stunting di daerah.

Para peternak ini bekerjasama dengan Fakultas Pertanian Universitas Mataram (Unram) dengan support penuh Kemendikbudristek memberikan pemahaman tentang pakan grenkonsentrat di masyarakat Desa Ketangga Jeraeng, Kecamatan Keruak, Lombok Timur.

Hal tersebut dilakukan untuk mensosialisasikan tanaman yang mempunyai gizi tinggi untuk mengoptimalkan peternak kambing yang ada di desa itu.

Manager CV. CRV, Muhammad Khalid Rozani yang berlaku sebagai mitra pada kegiatan itu mengaku sangat terbantu dengan upaya transfer tehnoligi pakan berbasis protein lokal, dengan adiktif limbah nanas itu.

Selain itu, giat tersebut juga adalah upaya nyata untuk membantu pemerintah dalam mengatasi persoalan stunting yang memerlukan pemecahan secara taktis dan praktis dengan penerapan inovasi yang mudah dan murah untuk diterapkan masyarakat.

Salah satu teknologi tepat guna yang sangat dibutuhkan dalam rangka menunjang perekonomian masyarakat serta menopang suplai kebutuhan pangan protein hewani harian adalah pengaplikasian pakan komplit tinggi nutrisi berbasis bahan pakan lokal green protein (lamtoro, turi, kelor) dan limbah kulit nanas sebagai sumber energi, vitamin, mineral, enzim bromelain dan mikroba lokal selulolitik untuk meningkatkan produksi susu kambing.

“Inovasi ini sangat mudah untuk diterapkan baik pada tataran kelompok ternak, pengusaha peternakan kambing (UMKM) maupun masyarakat secara individual,” ucap pemuda yang akrab disapa Rozani ini saat ditemui di lokasi acara, Sabtu (2/9/2023).

Dilain pihak, Ketua Tim Program Pengabdian Unram, Sukarne mengatakan, potensi lokal seperti daun lamtoro, turi, dan limbah kulit nanas memiliki protein tinggi bagi ternak, namun belum banyak peternak yang memanfaatkan hal itu.

“Nah itu yang kami latih mereka membuat pakan dalam bentuk pakan grenkonsentrat, sudah kita buat pakannya, sudah kita aplikasikan, dan selain itu ditambahkan juga dengan ekstrak nanas yang sudah di permentasikan,” katanya.

Utamanya pada pemanfaatan kulit nanas, mengingat di Lombok Timur khususnya di sekitaran Kecamatan Masbagik banyak penjual nanas namun limbah kulitnya dibuang dan tidak di manfaatkan dengan baik.

Padahal pada kulit nanas banyak mengandung enzim Bromelin yang bagus untuk pencernaan ternak kambing.

“Itu yang dibuat menjadi tepung, ampas nanas yang sudah di permentasi dan bahan hijauan yang tinggi protein itu di formulasi dan dicampur dibuat semacam pelet,” ungkapnya.

Selain daripada itu, upaya yang dilakukan Fakultas Ternak dengan didanai penuh oleh Kemendikbudristek itu bertujuan untuk bisa meningkatkan produksi susu kambing.

“Konsep pengabdian ini selama dua minggu kami melakukan demplot, jadi kita kasih percontohan sudah kita sewa 10 kambing 5 ekor dikasih pakan biasa, kemudian 5 ekor ditambahkan dengan pelet yang sudah kita buat, kita akan lihat perbedaan kambing mana yang memperoleh susu lebih banyak,” katanya.

Fakultas Peternakan Unram juga pada kegiatan itu untuk memberikan pemahaman bahwasanya susu kambing bisa dikonsumsi, enak dan kaya akan protein.

Hal ini juga bagian dari cara kampus mensosialisasikan makanan yang baik untuk mengurangi resiko bayi stunting di daerah.

“Kita nanti akan ada giat memerah susu bersama, setelahnya kita akan minum susu bareng di lokasi, supaya peternak ini tau kalau susu kambing itu enak, sehat, dan menyegarkan,” tutupnya.

Maka dari itu, selain pelatihan mengenai pemanfaatan pakan, giat tersebut juga dibarengi dengan pelatihan bagaimana pengolahan susu kambing yang baik. (*)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

TERBARU