PorosLombok.com | Caleg DPR RI untuk Dapil Pulau Lombok, Teguh Satya Bhakti (TSB) mengisyaratkan agar para politisi memberikan contoh politik yang baik kepada rakyat.
Hal itu lantaran selama ini para politisi kerap kali menunjukkan sikap yang tidak mendidik, bahkan cenderung terjadi pembodohan.
Menurut pria kelahiran Lombok Timur itu, politisi yang baik adalah mereka yang memiliki sense of crisis (kepekaan-red) terhadap penderitaan rakyat, bukan sebaliknya.
“Seharusnya politisi itu menjadi contoh dan dapat diwujudkan aspirasi rakyat dalam bentuk nyata yang dapat dirasakan manfaatnya langsung oleh rakyat,” ujar TSB melalui keterangan tertulis, Sabtu (9/9/2023).
Rakyat sebagai pemegang hak pilih, kata Praktisi hukum ini, selama ini dijadikan batu loncatan untuk mencapai ambisi politik tertentu.
“Tetapi berkah dan wujud janji-janji kepada rakyat, jarang sekali terealisasikan,” cetusnya.
Menurut dia, dewasa ini rakyat sudah semakin cerdas, sehingga janji-janji retorika (PHP) tidak akan berlaku lagi.
Pada prinsipnya, sebut TSB, rakyat tidak membutuhkan kehidupan seperti layaknya kehidupan para elite-elite di negeri ini.
Harapan rakyat, katanya, sebenarnya sederhana, tercukupi kebutuhan sandang dan pangannya dengan jaminan kesehatan yang layak.
“Artinya, dengan kehidupan yang layak secara merata dengan sebuah keadilan yang sama, sangat didambakan oleh rakyat,” katanya.
Goodwil dan politicalwil yang seringkali didengungkan setiap memasuki tahun politik, bagi TSB, sebenarnya sudah ada didalam konstitusi kita.
Hanya persoalannya, kata dia, para penyelenggara negara ini, barangkali tidak atau belum menyampaikan ke rakyat.
Setiap penyelenggara negara, kata TSB, seharusnya me-review dirinya sendiri dengan mengingat,bahwa pemilik kedaulatan di Republik ini adalah rakyat.
“Dengan hati nurani yang mendalam, inilah sebenarnya yang mendorong dirinya maju untuk siap mengemban amanah rakyat,” katanya.
Kondisi rakyat di Pulau Lombok ini, sebutnya, di berbagai wilayah, justru sangat jelas menunjukkan kesenjangan sosial yang bahkan sedikit sekali merasakan keadilan.
Rakyat di Pulau Lombok selama ini, menurut TSB, dipaksa untuk menyerah dengan kondisi nasib.
Padahal, katanya, persoalan nasib itu tidak bisa dipasrahkan, tetapi harus diubah.
“Pemerataan kesejahteraan sosial, rasa keadilan yang sama, sekolah dan kesehatan adalah hak yang harus diterima oleh rakyat,” katanya.
Selain dari perintah agama,katanya, juga amanat dari konstitusi yang harus dilaksanakan oleh setiap penyelenggara negara di dalam wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia.
“Berkacalah kepada hati nurani kita masing-masing, sehingga kita tidak akan pernah menyakiti rakyat. Tetapi justru akan menunaikan setiap hak rakyat,” tandas TSB. ***















