Lombok Timur, PorosLombok.com-
Polemik rencana penghapusan Beasiswa NTB Ke luar Negeri oleh PJ Gubenur Lalu Gita menjadi polemik, pasalnya hal ini akan berdampak pada SDM NTB, namun disisi lain hal tersebut juga berpotensi mengakibatkan pemborosan APBD.
Seperti yang disampaikan Ketua Forum Rakyat bersatu (FRB) Eko Rohadi,SH, bahwa, beasiswa NTB lebih banyak mengakomodir Tim Sukses Gubernur Zul dan orang-orang terdekatnya, Maka dari itu ia mendukung langkah PJ Gubernur NTB untuk menghapus beasiswa ke luar negeri karena sangat membebani APBD.
“Kecuali menggunakan sponsorsip tidak ada masalah, lebih baik anggaran dialihkan ke yang lebih prioritas, terutama dalam upaya pengentasan kemiskinan, stunting dan sebagainya,” kata Eko, Kamis (23/11).
Terkait rencana renovasi kantor gubernur disambut Positif oleh pria yang juga pengacara kondang di Lombok Timur ini, karena menurutnya sangat efektif, dilihat dari kondisi yang sudah tidak layak ditempati, sehingga tidak ada masalah selama tidak digunakan untuk kepentingan pribadi.
“Dalam waktu dekat kami akan aksi ke KPK meminta pertanggung jawaban penggunaan anggaran beasiswa selama 5 tahun terahir, dan meminta untuk mengambil alih kasus korupsi honor stafsus gubenur,” ujarnya.
Selama ini lanjut eko, banyak sekali kejanggalan-kejanggalan yang terjadi di Provinsi NTB, terutama terkait anggaran, yang dimana, tidak jelas peruntukannya, tentunya harus segera diselesaikan agar tidak terjadi Polemik di belakang hari, karena selama ini pembangunan di NTB terlihat sedikit lesu, khususnya di Lombok Timur, di tengah megahnya event-event dunia.
“Seperti kita ketahui, banyak kontraktor sering mengeluh karena proyek belum dibayar oleh pemprov NTB, sampai mau berkemah di kantor gubernur, jadi wajar Pj Gubernur mau menyehatkan kembali APBD NTB salah satu memangkas program-program yang dirasa kurang penting,” bebernya.
Eko berharap, di satu tahun ke depan ini Pemprov NTB harus lebih memfokuskan program-program yang lebih bermanfaat terutama bagi masyarakat, sehingga tidak ada lagi yang merasa dizolimi, apalagi dimasa transisi yang sudah masuk musim Politik.
“intinya kita dukung Miq Gita, untuk menghapus semua program yang tidak berpihak kepada masyarakat banyak,” pungkasnya
(arul/Poroslombok)
















