Lombok Timur, Poroslombok.com –
Dalam upaya memberikan fasilitas penunjang kegiatan belajar mengajar, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Lombok Timur terus gencarkan bantuan bagi sekolah Dasar (SD) maupun Sekolah Menengah Pertama (SMP) baik berupa bantuan rehab dan pembangunan sarana prasarana yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) dan sebagainya.
Kepala Bidang SD Dikbud Lotim, Khairul Razak, M.Si mengatakan, bahwa tahun 2024, bantuan DAK untuk SD mengalami peningkatan dikarenakan jumlah sasarannya mengalami penurunan tidak seperti tahun sebelumnya, tentu akan menambah jumlah besaran untuk masing-masing sekolah.
“Besaran Dak tahun 2024 mendatang untuk SD sebesar Rp. 59 Milyar ada kenaikan sedikit, namun sebenarnya ini merupakan penuntasan dari DAK sebelumnya, sehingga di harapkan bagi sekolah yang telah mendapatkan bantuan tersebut telah tuntas terkait kebutuhan sarananya,”ucap Khairul saat ditemui PorosLombok di ruang kerjanya, Selasa (19/12).
Adapun prosedur untuk mendapatkan DAK tersebut kata dia, sekolah melakukan pengusulan melalui aplikasi yang disebut Kolaborasi Perencanaan dan Informasi Kinerja Anggaran (KRISNA) yang terintegrasi dengan Kementerian, sehingga Pemerintah pusat bisa menilai layak atau tidaknya sebuah sekolah mendapatkan bantuan.
“Namun data yang diunggah di Aplikasi Kresna akan di lakukan sinkronisasi dengan data yang ada di Data Pokok Pendidikan (Dapodik), dan memang ini yang paling penting karena selama ini disinilah sering terjadi permasalahan, sehingga kedepannya kita akan terus melakukan sosialisasi dan pemahaman untuk para operator sekolah, agar data yang di input sesuai dengan data di lapangan,”pungkasnya.
Beda halnya dengan bantuan DAK untuk SMP, yang dimana di tahun 2024 mengalami penurunan, namun 2023 DAK Fisik yang ditangani telah selesai sehingga saat ini sedang dalam proses pembayaran kepada para kontraktor.
“Tinggal dua titik saja yang belum di bayar, insyaallah selesai akhir tahun ini,” ucap Kapala Seksi Sarana prasarana (Sarpras) bidang SMP Dikbud Lotim Edi Nurhariyanto.
Ia mengungkapkan, Bantuan DAK bidang SMP di tahun 2024 sebesar Rp. 25 Milyar yang sebelumnya di angka Rp 39 Milyar penurunan ini dikarenakan jumlah SMP tidak sebanyak SD, kemudian banyak sekolah yang sudah selesai dikerjakan, walaupun dibeberapa titik ada yang perlu direhab namun tidak sebanyak seperti tahun sebelumnya.
“Ada juga yang masih berproses di aplikasi Kresna belum di ACC oleh pemerintah pusat, karena data belum semua di Upload oleh operator di sekolah terutama terkait dapodik,” bebernya.
Walaupun demikian sambungnya, SMP di Lombok Timur sudah luar biasa sarana prasarananya yang dibangun dari dana DAK 2023, tinggal kedepannya akan dilakukan peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) dalam hal ini bagaimana memberikan edukasi yang maksimal kepada semua operator sekolah agar penginputan data baik di Kresna maupun di Dapodik tertib.
“Makanya di 2024 ini, saya akan turun ke lapangan untuk memastikan operator-operator di sekolah ini bekerja maksimal sehingga di 2025 dana DAK sesuai dengan permintaan,”pungkasnya.
(Arul/PorosLombok).















