LOMBOK TIMUR, PorosLombok.com | Beredar potongan video Pidato Calon Bupati Lombok Timur, Drs.H.Khairul Warisin di media sosial yang dimana pada video yang berdurasi 59 detik tersebut, ia menegaskan bahwa jika terpilih sebagai Bupati Lombok Timur akan berhutang.
“Yang penting anggaran kita tidak bocor kemana-mana, begitu saya dilantik jadi Bupati langsung saya angkat utang banyak-banyak, tetapi tidak akan pernah meninggalkan hutang,” akunya,dalam video yang di Posting oleh salah satu akun Facebook Kabar beranda.
Namun dalam vidio tersebut ia menegaskan, bahwa pasangan iron-Edwin mengetahui bagaimana cara menutup utang, dan bagaimana cara menghasilkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang besar.
“Tidak usah khawatir, Kalau orang bicara pasar-pasar, ah Bulsit,, tidak ada itu, yang penting bagaimana cari uang, cara membangun Lombok Timur, dan mensejahterakan rakyat,” ujarnya.
Ia menambahkan, bahwa sampai saat ini banyak rumah masyarkat Lombok Timur yang masih kumuh, dan harus dibantu karena sampai saat ini belum pernah ada sentuhan dari pemerintah.
Postingan tersebut sontak mengundang komentar positif maupun negatif para Netizen, banyak menilai hal itu merupakan hal yang biasa, selama untuk kemajuan masyarakat Lombok Timur kedepannya.
“Bagus Calon ini dia paham konsep bagaimana mensejahterakan Warga Lotim, saya menyimpulkan dia menyadari saat ini salah satu cara untuk membangun lotim melalui berhutang, tapi dia tahu cara menyelesaikan hutang itu sehingga tidak akan jadi masalah dan warisan di kemudian hari,” tulis akun Salim Budi otomo dalam komentarnya.
Sebagai informasi Drs.H.Khairul Warisin salah satu kandidat calon bupati Lombok Timur yang siap bertarung pada Pemilihan kepala Daerah (Pilkada) Lotim 2024, berpasangan dengan H.Edwin Hadiwijaya, (Iron-Edwin) dan pasangan ini sama-sama pernah menjadi anggota Legislatif Provinsi NTB.
Dari lembaga survei Presisi pasangan Iron-Edwin unggul dari pasangan lainnya, namun di Survei LSI, menempatkan pasangan ini pada urutan ke dua, dan menempatkan Pasangan Lutfhi-Wahid pada urutan pertama.***















