(PorosLombok.com) – Dana miliaran rupiah digelontorkan untuk pendidikan di Lombok Timur. Tapi soal sekolah mana yang dapat bantuan, daerah hanya bisa pasrah. Semua keputusan ada di tangan pusat.
“Semua sekolah kita usulkan, tapi yang menentukan pusat. Kita tidak bisa intervensi,” tegas Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Lotim, Hadi Wibawa, kepada PorosLomnbok. Kamis (17/7).
Hadi menyebutkan, tahun ini Dana Alokasi Khusus (DAK) untuk pendidikan di Lombok Timur sebesar Rp9 miliar. Namun, nominal itu justru mengalami penurunan dibanding tahun sebelumnya.
“Kalau Dana Alokasi Umum (DAU) nilainya lebih besar dari DAK, tapi saya lupa pastinya,” ujarnya.
Untuk saat ini, pengadaan buku sedang diproses untuk 17 Sekolah Dasar (SD). Tahapannya masih dalam survei harga.
“Yang pasti untuk pengadaan buku itu di 17 SD,” ucapnya.
Empat Sekolah Menengah Pertama (SMP) juga mendapatkan program serupa. Tapi lagi-lagi, penentuannya bukan di tangan daerah. Data yang dipakai berasal dari Dapodik, yang hanya bisa diakses dan dikunci oleh pusat.
“Itu data dari sekolah masing-masing yang masuk ke Dapodik. Update-nya setahun sekali dan link langsung ke pusat,” jelasnya.
Tak hanya buku, tahun ini juga ada proyek rehab dan pembangunan sekolah dari anggaran DAU. Sebagiannya lewat Penunjukan Langsung (PL), sisanya tender. Semua sedang berproses di ULP.
“Untuk yang PL sudah survei lapangan. Setelah itu baru mulai dikerjakan,” katanya.
Meski anggaran ada, belum tentu semua sekolah kebagian. Hadi mengingatkan agar sekolah yang belum masuk daftar penerima tidak kecewa dulu.
“Kita tetap usulkan. Tapi siapa yang dapat, tergantung pusat. Daerah cuma bisa nunggu,” pungkasnya.
(arul/PorosLombok)
















