(PorosLombok.com)– Festival Olahraga Masyarakat Nasional (FORNAS) VIII yang akan digelar pada 26 Juli 2025 di Nusa Tenggara Barat (NTB) memiliki lagu tema resmi yang diciptakan oleh dua putra daerah.
Mereka adalah Hj. Asni, seorang aparatur sipil negara (ASN), dan Edi, tenaga honorer di lingkungan Pemprov NTB.
Hj. Asni saat ini menjabat sebagai Sekretaris Dinas Pemuda dan Olahraga NTB. Ia dipercaya menyusun lirik dan konsep lagu tema tersebut, yang mengangkat semangat kebugaran, keceriaan, dan sportivitas.
Kepada PorosLombok, Hj.Asni mengatakan bahwa keterlibatannya dalam penciptaan lagu tersebut merupakan bentuk kebanggaan dan tanggung jawab moral untuk menunjukkan bahwa NTB mampu menjadi tuan rumah ajang nasional.
“Ini tidak main-main bagi kita semua. Rasanya ingin ambil bagian dan menunjukkan pada dunia bahwa NTB bisa menjadi sport tourism,” kata Hj.Asni.Kamis (24/7).
Ia mengaku, ini merupakan pengalaman pertamanya menulis lagu. Meski demikian, dorongan untuk berkontribusi bagi daerah menjadi motivasi utama dirinya terlibat langsung dalam proses kreatif.
“Saya baru pertama membuat lagu. Tapi karena ingin berperan memajukan NTB, saya beranikan diri,” ujarnya.
Lagu yang diberi judul “Sehat, Bugar, Gembira” ini sepenuhnya dikerjakan oleh Asni dan Edi secara mandiri.
Dengan keterbatasan anggaran, mereka tetap menyelesaikan lirik, aransemen, dan komposisinya tanpa melibatkan pihak luar.
“Aspek pendanaan sangat minim. Tapi kami ingin membuktikan bahwa SDM lokal NTB mampu melahirkan karya nasional. Kami kerjakan semuanya sendiri,” tambahnya.
Sementara itu, Edi yang bertugas sebagai pencipta aransemen dan komposer lagu mengatakan bahwa kolaborasi dengan Hj. Asni berjalan dengan sangat baik.
Ia menyesuaikan aransemen musik berdasarkan lirik yang ditulis oleh rekannya tersebut.
“Kolaborasi dengan Ibu Asni luar biasa. Beliau menyusun lirik dan syairnya, saya tinggal merangkai nada dan suasananya,” kata Edi.
Edi bukan sosok baru dalam penciptaan musik daerah. Sebelumnya, ia juga pernah diminta menciptakan lagu untuk ajang Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) tingkat nasional. Ia merasa bangga kembali dipercaya dalam event nasional lainnya.
“Merupakan kebanggaan bisa dipercaya dan diminta berkontribusi dalam event nasional ini oleh Pak Gubernur,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Gubernur NTB sebelumnya, Muhammad Iqbal, yang telah memberikan kepercayaan penuh terhadap proses kreatif yang ia jalankan.
“Kami berharap nantinya ada apresiasi dari Pak Gubernur terhadap karya ini. Karena lagu ini kami buat dengan sepenuh hati,” ujar Edi.
Lagu tema ini nantinya akan menjadi pengiring resmi seluruh rangkaian kegiatan FORNAS VIII di NTB. Selain menjadi identitas penyelenggaraan, lagu ini juga diharapkan menjadi simbol kreativitas dan kemandirian daerah.
Dengan keterbatasan dana dan sumber daya, dua sosok ini membuktikan bahwa semangat dan kolaborasi bisa melahirkan karya besar. Lagu tema FORNAS VIII NTB menjadi bukti bahwa kreativitas lokal tak kalah dari buatan profesional.
(arul/PorosLombok)















Barakallahu. Mantap saudaraku bu hj. Asni. Teruslah berkatya