(PorosLombok.com)– Penerimaan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) dari kegiatan Operasi Kejar (Opjar) yang digelar oleh Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Lombok Timur terus menunjukkan hasil positif.
Hingga hari ke-16 pelaksanaan, tim berhasil mengumpulkan lebih dari Rp100 juta dalam satu hari.
Total pendapatan dari hari pertama hingga hari ke-16 kini tercatat mencapai Rp1.312.847.414. Capaian ini menjadi bukti kerja keras tim di lapangan dalam menjemput kewajiban pajak dari masyarakat secara langsung.
Ketua Tim Opjar yang juga Sekretaris Daerah Kabupaten Lombok Timur, Drs. H.M. Juaini Taofik, mengatakan bahwa hasil tersebut tidak lepas dari kerja kolaboratif seluruh anggota tim. Ia menegaskan pentingnya kekompakan dalam menjalankan tugas di lapangan.
“Pesan saya, rekan-rekan tim di lapangan tetap solid, kerja kolaboratif, dan tetap humanis,” ujarnya saat ditemui pada Senin (28/7).
Menurutnya, operasi penagihan PBB ini bukan semata mengejar angka, tetapi juga membangun kesadaran masyarakat dalam memenuhi kewajiban pajak secara sukarela dan sadar.
Ia juga menekankan bahwa pendekatan yang digunakan oleh tim harus mengedepankan cara-cara yang santun dan bersahabat. Hal ini penting agar masyarakat merasa dihargai dan tidak tertekan saat didatangi petugas.
“Kita hadir bukan untuk memaksa, tapi untuk mengingatkan dengan cara yang baik,” tambahnya.
Di sisi lain, Juaini mengakui bahwa kerja di lapangan tidak selalu mudah. Medan yang ditempuh beragam, dan tidak semua warga langsung merespons positif kedatangan tim.
Namun begitu, ia mengapresiasi semangat tim yang tetap konsisten bekerja dari desa ke desa. Ia berharap semangat ini bisa terus terjaga hingga akhir pelaksanaan Opjar.
Dengan capaian yang sudah melampaui Rp1,3 miliar, Pemkab Lombok Timur optimistis target yang dicanangkan akan tercapai.
Lebih dari itu, kegiatan ini juga diharapkan bisa meningkatkan partisipasi aktif masyarakat dalam membayar pajak sebagai bagian dari kontribusi terhadap pembangunan daerah.
(arul/PorosLombok)














