(PorosLombok.com) – Pemerintah Desa Masbagik Utara Baru, Kecamatan Masbagik, Lombok Timur, terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung ketahanan pangan.
Salah satu langkah nyatanya adalah dengan meluncurkan program budidaya ikan air tawar melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) “Bareng Mele”.
Peluncuran program ditandai dengan penebaran sebanyak 30 ribu benih ikan di kolam budidaya milik desa di Kolam yang berlokasi di Dusun Senayu, Seni kemarin, (28/7).
Kepala Desa Masbagik Utara Baru, Hairul Ikhsan, SH., MH., mengatakan bahwa program ini merupakan bagian dari ikhtiar desa dalam menghadapi tantangan ketahanan pangan dengan cara-cara yang bisa dilakukan dari bawah.
“Ini bukan hanya bentuk inovasi, tapi langkah jangka panjang untuk memastikan masyarakat bisa mandiri secara pangan,” ujarnya.
Hairul menjelaskan bahwa anggaran program ini berasal dari Dana Desa, mengikuti kebijakan pemerintah pusat yang mendorong minimal 20 persen dana dialokasikan untuk program ketahanan pangan.
Dana tersebut telah disalurkan sepenuhnya kepada BUMDes dan dikelola oleh masyarakat setempat.
Menurutnya, program ini tidak hanya menciptakan sumber pangan, tapi juga membuka peluang ekonomi dan memberikan edukasi soal pentingnya menjaga lingkungan perairan.
“Kami ingin masyarakat tidak hanya menerima hasil, tapi juga terlibat langsung dalam proses budidayanya,” tambahnya.
Sementara itu, Sekretaris Dinas Perikanan dan Kelautan Lombok Timur, Sumaryadi, mengaku mengapresiasi langkah Masbagik Utara Baru.
Ia menyebut desa ini sebagai yang pertama bergerak cepat memanfaatkan Dana Desa untuk budidaya perikanan.
“Desa lain masih menyusun rencana, Masbagik Utara Baru sudah eksekusi di lapangan. Ini patut diapresiasi,” ujarnya.
Dinas Perikanan, kata Sumaryadi, siap memberikan pendampingan teknis agar program budidaya ini bisa berkembang dan memberikan hasil optimal, tidak hanya bagi kebutuhan lokal, tetapi juga sebagai penopang program pangan daerah.
Direktur BUMDes Bareng Mele, Wahyudi, menegaskan kesiapan pihaknya untuk mengelola program ini secara profesional dan bertanggung jawab.
“Kami tidak ingin hanya berhenti di launching. Kami ingin ini berkembang dan memberi dampak nyata,” ucap Wahyudi.
Dengan peluncuran program ini, Desa Masbagik Utara Baru membuktikan bahwa ketahanan pangan bukan sekadar wacana, tetapi bisa diwujudkan dari desa melalui langkah-langkah sederhana namun berdampak besar.
Hadir pada acara tersebut Camat Masbagik, Danramil, Dinas Perikanan Lombok Timur, serta sejumlah tokoh lintas desa.
(arul/PorosLombok)















