Kuota Terbatas, 5 Siswa SR Kecamatan Sikur Resmi Dilepas

(PorosLombok) – Lima siswa Sekolah Rakyat (SR) Kecamatan Sikur akhirnya resmi diberangkatkan untuk melanjutkan pendidikan SMA dengan fasilitas penuh dari pemerintah pusat.

Mereka terpilih setelah melewati seleksi ketat yang hanya memberi jatah enam kursi untuk wilayah ini, Jumat (15/8).

Koordinator Program Keluarga Harapan (PKH) Kecamatan Sikur, Abdul Hanan, mengatakan kelima siswa tersebut berasal dari tiga desa. Proses penentuannya dilakukan melalui verifikasi berlapis, mulai dari tingkat desa hingga validasi ulang oleh Badan Pusat Statistik (BPS).

“Dari Desa Loyok ada tiga siswa, sedangkan Desa Semaya dan Desa Sikur Selatan masing-masing satu siswa,” ungkapnya.

Ia membeberkan, kuota terbatas membuat banyak wilayah tidak bisa mengirimkan banyak siswa. Kecamatan Sikur hanya dapat enam kursi dari total 125 siswa SR SMA se-Lombok Timur.

“Awalnya enam, tapi satu mengundurkan diri. Jadi hanya lima yang berangkat,” ujarnya.

Menurut Hanan, seleksi diawali validasi dan verifikasi lapangan. Setelah itu, BPS meneliti data melalui Dsil 1 dan Dsil 5. Hanya mereka yang masuk kategori Dsil 1 dan Dsil 4 yang dinyatakan lolos.

“Ini memang program untuk keluarga tidak mampu. Semua harus sesuai data DTKS,” jelasnya.

Hanan memastikan fasilitas SR sangat memadai. Para siswa tinggal di asrama dengan wali asuh, mendapat pembinaan intensif, dan kebutuhan sekolah dipenuhi.

“Kami cek langsung. Seragam saja dapat 8 sampai 11 set, gratis semua,” tegasnya.

Seluruh biaya ditanggung pemerintah pusat melalui Kementerian Sosial. Tidak ada pungutan dalam bentuk apa pun.

“Gratis seratus persen, dari makan, asrama, sampai perlengkapan sekolah,” kata Hanan.

Camat Sikur, Saharudin, menilai program ini strategi tepat untuk memutus rantai kemiskinan. Ia yakin kualitas pendidikan dan keterampilan akan mengangkat taraf hidup keluarga siswa.

“Kalau kualitas anak-anak ini meningkat, otomatis peluang mereka memperbaiki ekonomi keluarganya akan lebih besar,” ucapnya.

Namun, ia menyesalkan masih sedikitnya siswa dari Kecamatan Sikur. Minimnya sosialisasi dan isu negatif membuat sebagian warga ragu mengikuti program ini.

“Tadinya enam, tapi satu mundur karena terpengaruh komentar miring. Kuotanya tidak bisa diganti karena sudah penuh,” katanya.

Saharudin meminta seluruh pihak bergerak cepat tahun depan. Pemerintah desa, PKH, dan TKSK diminta menyiapkan calon siswa sejak awal agar pendaftaran tidak terlambat.

“Kalau calon sudah siap, kita bisa langsung daftarkan begitu kuota dibuka,” pungkasnya.

(arul/PorosLombok)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Bank NTb

TERBARU