(PorosLombok.com) – Anggota DPRD NTB dari Fraksi Gerindra, Hj Lale Yaqutunnafis, S.Sos., M.M., menggelar Gebyar Kemerdekaan di Pondok Pesantren Nurul Hidayah Wal Istiqomah, Suela, Lombok Timur, Kamis (16/8).
Kegiatan itu dirangkai dengan pembagian bendera Merah Putih yang disambut antusias para santri dan masyarakat.
Acara berlangsung meriah dengan nuansa kebersamaan. Anak-anak terlihat gembira saat menerima bendera, lalu mengibarkannya bersama-sama sebagai bentuk rasa cinta kepada tanah air.
Ummi Yaqut mengatakan kegiatan ini menjadi bagian dari peringatan HUT ke-80 RI yang mengusung tema “Bersatu, Berdaulat, Rakyat Sejahtera, Indonesia Maju.” Ia menilai tema tersebut harus dipahami secara mendalam oleh seluruh lapisan masyarakat.
“Momentum kemerdekaan harus ditanamkan kepada anak-anak sejak dini agar mereka memahami arti perjuangan para pahlawan,” kata Ummi Yaqut.
Menurutnya, di era globalisasi dan digitalisasi yang begitu pesat, generasi muda rentan kehilangan identitas kebangsaan. Karena itu, penting bagi semua pihak untuk terus menumbuhkan semangat nasionalisme di kalangan pelajar dan santri.
“Bendera Merah Putih bukan sekadar kain dua warna, tetapi simbol persatuan, keberanian, dan kedaulatan bangsa,” tegasnya.
Ia menjelaskan, pesantren memiliki peran besar dalam menjaga nilai kebangsaan. Selain mendidik ilmu agama, pesantren juga diharapkan mampu menanamkan rasa cinta tanah air dan tanggung jawab terhadap bangsa.
“Harapan saya, santri tidak hanya cerdas secara keilmuan, tetapi juga memiliki jiwa nasionalis yang kuat,” ujarnya.
Lebih jauh, politisi Gerindra itu menekankan bahwa kemerdekaan tidak boleh dimaknai hanya sebagai seremonial tahunan. Semangat kemerdekaan harus hidup dalam kehidupan sehari-hari, baik melalui kerja keras maupun kontribusi nyata untuk masyarakat.
“Kita harus mengisi kemerdekaan dengan kerja keras dan kebersamaan. Dengan persatuan, cita-cita Indonesia maju bisa terwujud,” katanya.
Ia juga menyinggung pentingnya peran semua pihak dalam menjaga persatuan. Menurutnya, tanpa persatuan, mustahil bangsa ini bisa berdaulat penuh serta memberikan kesejahteraan bagi rakyatnya.
“Jika kita semua menjaga persatuan, insyaallah bangsa ini akan semakin berdaulat, rakyat sejahtera, dan Indonesia menjadi maju,” pungkas Ummi Yaqut.
(arul/PorosLombok)














