Cetak Stiker VIP Palsu MotoGP Mandalika, Pria di Lombok Tengah Raup Untung Haram Dua Musim Berturut

(PorosLombok.com) – Gelaran MotoGP Indonesia 2025 di Sirkuit Mandalika kembali dinodai praktik curang. Seorang pria berinisial MSU (34), warga asal Jawa yang kini tinggal di Lombok Tengah, ditangkap Tim Resmob dan Unit Tipidter Satreskrim Polresta Mataram karena diduga memproduksi stiker kendaraan VIP palsu “Indonesia GP 2025”.

Penangkapan itu dilakukan Senin (6/10/2025) di tempat usaha pelaku di Dasan Cermen, Cakranegara. Aksi MSU terungkap setelah polisi menerima laporan resmi dari Tim Organising Committee Indonesia GP 2025 (ITDC–MGPA) pada 3 Oktober 2025, bertepatan dengan hari pertama penyelenggaraan MotoGP di Mandalika.

Kanit Tipidter Satreskrim Polresta Mataram, Ipda Imamul Ahyar SH., mewakili Kasat Reskrim AKP Regi Halili S.Tr.K., S.I.K., membenarkan penangkapan tersebut.

“Setelah serangkaian penyelidikan, kami berhasil mengamankan terduga pelaku di lokasi usahanya. Dari hasil pemeriksaan awal, pelaku mengakui telah memproduksi stiker palsu tersebut atas pesanan dua orang berinisial N dan A,” ujar Ipda Imamul Ahyar, Rabu (8/10/2025).

Dari hasil pemeriksaan, MSU diketahui mencetak seluruh stiker palsu itu menggunakan alat percetakan miliknya sendiri. Kedua pemesan masing-masing membeli 50 lembar stiker dengan harga Rp50 ribu per lembar.

“Yang mengejutkan, pelaku mengaku sudah dua kali musim MotoGP berturut-turut membuat stiker palsu serupa, dan pemesannya masih orang yang sama,” tambah Imamul.

Modus ini bukan sekadar main-main. Aksi pemalsuan tersebut berpotensi merugikan penyelenggara hingga Rp1,14 miliar, lantaran stiker palsu itu bisa digunakan untuk mengakses area eksklusif di sekitar sirkuit.

Puluhan lembar stiker palsu bertuliskan “Indonesia GP 2025” kini telah diamankan bersama peralatan percetakan yang digunakan. Polisi juga menelusuri keberadaan dua pemesan berinisial N dan A yang diduga menjadi dalang utama pemesanan stiker palsu itu.

“Kami masih mendalami motif dan peran dua orang yang memesan stiker tersebut. Tidak menutup kemungkinan, mereka bagian dari jaringan yang lebih besar,” ungkap Imamul.

Kasus ini menjadi peringatan bagi pihak-pihak yang mencoba memanfaatkan ajang internasional untuk kepentingan pribadi. Aparat menegaskan akan menindak tegas siapa pun yang berusaha merusak citra Mandalika dan Indonesia di mata dunia.

“Event sebesar MotoGP harus dijaga bersama. Jangan sampai nama baik NTB dan Mandalika tercoreng karena ulah segelintir orang,” tegas Imamul

(*/porosLombok)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Bank NTb

TERBARU