PMII Dukung Percepatan Pembangunan Kawasan Bali Nusra

PMII Bali Nusra dukung penuh kerja sama pembangunan Bali, NTB, dan NTT. Mahasiswa berkomitmen jadi mitra strategis pemerintah untuk kawal program konkret, terutama pengembangan SDM dan ekonomi kreatif.

PorosLombok.com – Pengurus Koordinator Cabang PMII Bali Nusra dan PC PMII Kota Kupang menyatakan dukungan penuh terhadap implementasi Nota Kesepahaman kerja sama antara Provinsi Bali, NTB, dan NTT untuk mengakselerasi pembangunan kawasan.

“MoU Bali, NTB, dan NTT merupakan langkah strategis untuk memperkuat konektivitas pembangunan di kawasan Bali Nusra,” kata Ketua PKC PMII Bali Nusra Ahmad Muzakkir di Kupang, Selasa (7/7/2026).

Ahmad Muzakkir menegaskan bahwa kerja sama antarprovinsi tersebut tidak boleh sekadar menjadi seremonial belaka. Implementasi kebijakan harus diterjemahkan melalui program konkret yang memberikan dampak langsung bagi kesejahteraan masyarakat luas di wilayah timur Indonesia.

“Keberhasilan kerja sama tersebut hanya dapat diwujudkan apabila seluruh pemangku kepentingan dilibatkan secara aktif dalam implementasinya,” ujarnya.

Mahasiswa berkomitmen menjadi mitra strategis pemerintah untuk mengawal pelaksanaan proyek pembangunan tersebut. PMII akan fokus pada program yang berorientasi pada penguatan kapasitas generasi muda serta pengembangan sektor ekonomi kreatif agar lebih berdaya saing.

“Kami siap berkolaborasi untuk memperkuat pembangunan SDM, meningkatkan kualitas kepemimpinan pemuda, hingga mendampingi UMKM,” katanya.

Zakkir menambahkan bahwa organisasi kepemudaan perlu diberikan ruang lebih besar dalam berbagai proyek strategis daerah. Peran aktif mahasiswa sangat krusial dalam melakukan riset kebijakan maupun digitalisasi usaha guna menopang ekonomi lokal yang tengah berkembang.

“Generasi muda harus menjadi subjek pembangunan, bukan sekadar objek kebijakan,” tegasnya.

Pihaknya mendorong agar pengembangan ekonomi digital menjadi prioritas dalam kerja sama tiga provinsi tersebut. Integrasi potensi lokal antarwilayah diharapkan mampu menciptakan inovasi baru yang membuka lapangan kerja bagi para inovator muda di kawasan Bali Nusra.

“Penguatan UMKM kepemudaan, ekonomi kreatif, dan digitalisasi usaha harus menjadi prioritas,” jelasnya.

Gubernur Nusa Tenggara Timur Emanuel Melkiades Laka Lena menyambut baik aspirasi mahasiswa tersebut. Pemerintah provinsi membutuhkan masukan objektif dari kalangan kampus sebagai mitra kritis untuk mengatasi berbagai tantangan pembangunan yang sedang dihadapi wilayahnya saat ini.

“Pemerintah membutuhkan dukungan kalangan mahasiswa sebagai mitra kritis yang mampu memberikan masukan sekaligus menawarkan solusi,” kata Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena.

Pemerintah daerah berkomitmen membuka ruang kolaborasi seluas-luasnya dengan organisasi kepemudaan. Sinergi ini ditujukan untuk memacu daya saing daerah melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia serta optimalisasi pemanfaatan aset lokal secara efektif.

“Pemerintah terus membuka ruang kolaborasi untuk meningkatkan daya saing daerah melalui inovasi dan pengembangan potensi lokal,” ujarnya.

Pertemuan tersebut menyepakati komitmen bersama untuk membangun komunikasi yang lebih intensif antara pemerintah dan organisasi mahasiswa. Hal ini dipandang sebagai langkah penting dalam memastikan setiap poin dalam MoU terealisasi dengan terukur dan tepat sasaran.

“Kolaborasi ini diharapkan dapat diwujudkan melalui berbagai program bersama yang mendukung implementasi nota kesepahaman,” jelasnya.

Sinergi lintas provinsi ini menjadi momentum krusial bagi generasi muda untuk tampil sebagai motor penggerak perubahan. Transformasi kawasan diharapkan mampu menciptakan ekosistem yang lebih maju, inklusif, serta berkelanjutan bagi seluruh masyarakat di masa depan.

“Sinergi lintas provinsi ini menjadi momentum untuk memperkuat peran generasi muda sebagai penggerak transformasi kawasan,” pungkasnya.*

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

TERBARU