(PorosLombok.com) – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah Masbagik tidak hanya fokus pada kesehatan siswa, tetapi juga menjadi motor penggerak ekonomi kerakyatan secara luas.
Satuan Pelayanan Program Gizi (SPPG) Daun Pandan di Desa Danger menggandeng sejumlah UMKM lokal untuk menyuplai berbagai kebutuhan menu harian siswa.
”Jumlah roti yang kami distribusikan setiap hari mencapai 3.221 buah. Tentu selain meningkatkan gizi siswa, kami juga berusaha membantu para pelaku UMKM roti,” ujar Asisten Lapangan (Aslap) SPPG Daun Pandan, Nadinda, Kamis (15/1/2026).
Nadinda menjelaskan, pihak SPPG menyerap produk dari berbagai titik usaha milik warga, mulai dari wilayah Paok Motong, Pringgasela, hingga Karang Siswa.
Langkah ini diambil agar anggaran program tersebut berputar langsung dan dirasakan oleh para pelaku usaha di sekitar.
”Jadi khusus hari Jumat dan Sabtu, kebutuhan roti bisa sampai 3.221 buah karena pada hari itu siswa diberikan makanan kering juga,” tambah Nadinda menjelaskan adanya kenaikan volume distribusi di akhir pekan tersebut.
Untuk rincian harian, Nadinda menyebutkan bahwa produk roti tersebut dibagi ke dalam beberapa paket. Sebanyak 2.018 roti disiapkan untuk mengisi paket B3, sementara 1.203 roti lainnya didistribusikan untuk siswa melalui paket ompreng.
”Besar harapan kami pembangunan KOPDES Merah Putih Desa Danger bisa cepat selesai. Kami ingin bermitra dengan koperasi tersebut untuk memenuhi segala kebutuhan dapur kami ke depannya,” harap Nadinda.
Selain menghidupkan sektor usaha kecil, operasional SPPG Daun Pandan juga membuka lapangan pekerjaan bagi warga setempat.
Saat ini, tercatat sebanyak 48 warga telah dipekerjakan sebagai karyawan dan seluruhnya sudah mendapatkan perlindungan jaminan sosial melalui BPJS.
Peluang kemitraan yang dibuka oleh SPPG Daun Pandan ini pun disambut baik oleh para pelaku usaha yang merasakan dampak ekonominya secara nyata. Salah satunya adalah pemilik Madina pengusaha lokal asal Paok Motong yang kini menjadi mitra tetap penyedia roti.
”Kami berterima kasih kepada Dapur MBG Daun Pandan karena usaha kami bisa kembali hidup karena roti tetap diambil secara rutin,” ungkap pemilik Madina Cake ini.
Ia pun menaruh harapan besar agar sinergi pemberdayaan ini terus berlanjut dan merambah ke satuan pelayanan gizi lainnya di wilayah Lombok Timur.
Menurutnya, keterlibatan aktif pelaku usaha lokal menjadi kunci utama agar masyarakat kecil bisa merasakan manfaat nyata dari program pemerintah.
”Semoga dapur yang lain juga mengikuti langkah ini, supaya kami para pelaku UMKM terutama roti bisa berkembang dan merasakan dampak langsung dari program MBG ini,” pungkasnya.
(arul/PorosLombok)


















