Lombok Timur, Poros Lombok – Warga Kecamatan Pringgasela mendadak geger karena uang dalam rekening pribadi mereka hilang secara misterius. Masalah ini muncul pasca pencairan dana stimulan pemerintah melalui BRI Selong. Nasabah merasa sangat rugi.
”Awalnya saya menerima transfer sebesar Rp2 juta, namun saldo justru amblas hingga Rp4 juta saat memeriksa kembali,” ungkap salah satu korban berinisial MH kepada wartawan. Selasa (17/02).
Fenomena janggal ini memicu keresahan mendalam bagi para keluarga penerima manfaat bantuan sosial. Mereka menggantungkan hidup melalui layanan BRI Selong. Warga menuntut transparansi penuh terkait aliran dana tersebut.
Ia menjelaskan bahwa informasi awal yang didapat hanya menyebutkan penarikan sebesar satu juta rupiah, namun kenyataan di lapangan ternyata nominalnya jauh lebih besar, ujarnya.
Dugaan pemotongan ilegal ini ternyata merembet ke banyak warga di wilayah Pringgasela Selatan. Kejadian tersebut memicu trauma bagi nasabah. Mereka menyimpan uang hasil jerih payah dengan susah payah di bank.
”Ada tetangga saya yang tabungannya kini hanya tersisa Rp100 ribu karena terjadi pendebetan tanpa izin yang sangat tidak transparan,” jelasnya.
Ketidakpastian ini membuat para nasabah merasa kecewa terhadap sistem perbankan. Padahal pihak bank seharusnya menjamin keamanan dana di BRI Selong. Kini nasabah meragukan kredibilitas pengelola keuangan dalam menjaga aset.
”Kami tidak keberatan jika bantuan itu diambil kembali sesuai aturan, namun jangan sampai menyentuh uang pribadi yang sengaja kami simpan,” tegasnya.
Minimnya sosialisasi mengenai mekanisme penyesuaian saldo memicu asumsi liar masyarakat. Warga menduga telah terjadi malapraktik dalam tata kelola keuangan daerah. Mereka mendesak audit segera pada transaksi mencurigakan tersebut.
Pihak BRI Selong sendiri masih bungkam dan belum memberikan klarifikasi resmi. Mereka belum menanggapi carut-marutnya saldo nasabah di wilayah tersebut. *
















