Bapak LAZ Serahkan Bantuan Puluhan Juta Saat Safari Ramadhan di Kuripan

Bupati Lombok Barat Bapak LAZ salurkan bantuan pembangunan masjid dan santunan anak yatim dalam rangkaian Safari Ramadhan ke-7 di wilayah Kecamatan Kuripan

PorosLombok.com – Pemerintah Kabupaten Lombok Barat melanjutkan rangkaian Safari Ramadhan Patut Patuh Patju 2026 yang kini memasuki titik ketujuh di Masjid Jami’ Hidayatul Islam, Desa Giri Sasak, Kecamatan Kuripan, Rabu malam (4/3/2026).

​Rombongan pejabat daerah melaksanakan salat Isya serta tarawih berjamaah bersama warga setempat guna mempererat tali silaturahmi sekaligus memantau kondisi riil masyarakat di wilayah pedesaan selama bulan suci.

​Bupati Lombok Barat H. Lalu Ahmad Zaini atau yang akrab disapa Bapak LAZ menegaskan bahwa kegiatan keliling desa ini menjadi instrumen penting untuk mendengar keluhan warga secara tatap muka.

​“Safari Ramadhan adalah sarana bagi kami untuk menyerap aspirasi masyarakat secara langsung, sekaligus memastikan program pemerintah berjalan dengan baik,” katanya.

​Pemerintah daerah menyalurkan dana stimulan sebesar Rp25 juta untuk mendukung kelanjutan pembangunan Masjid Jami’ Hidayatul Islam serta bantuan serupa bagi rumah ibadah lainnya di Desa Kuripan.

​Selain dana konstruksi, tim safari juga membagikan paket sembako gratis kepada keluarga prasejahtera guna meringankan beban ekonomi akibat kenaikan harga kebutuhan pokok menjelang pertengahan bulan puasa.

​“Bantuan ini diharapkan dapat mempercepat penyelesaian sarana ibadah sehingga jemaah merasa lebih nyaman dalam menjalankan aktivitas keagamaan sehari-hari,” ujarnya.

​Perhatian sosial juga menyasar kalangan anak yatim piatu dan kelompok mualaf di Dusun Perendekan Selatan melalui pemberian santunan tunai sebagai bentuk kehadiran nyata negara di tengah mereka.

​Bupati didampingi jajaran Forkopimda dan Pj Sekda Lobar H. Akhmad Saikhu memanfaatkan momentum ini untuk mensosialisasikan berbagai capaian pembangunan infrastruktur yang sedang berjalan di pusat kabupaten.

​Pemerintah tengah menggenjot revitalisasi kawasan strategis seperti Bundaran Giri Menang Square dan Alun-alun Kota Gerung agar menjadi ikon kebanggaan yang mampu menarik minat wisatawan dari luar daerah.

​Transformasi wajah kota tersebut diklaim sebagai langkah awal untuk menata titik potensial lainnya di sepuluh kecamatan agar pemerataan pembangunan tidak hanya terpusat pada satu lokasi saja.

​“Revitalisasi taman kota terus dilakukan agar muncul rasa bangga, ke depannya kita akan terus mengembangkan titik-titik potensial lainnya,” pungkasnya.*

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

TERBARU