PorosLombok.com – Aksi pencurian buah alpukat jenis Hass yang marak terjadi di Desa Sembalun Bumbung, Lombok Timur, memicu amarah besar warga hingga berujung pembakaran satu unit sepeda motor pada Minggu (8/3/2026) malam.
Pemilik kebun bernama Amaq Dodik sengaja melakukan pengintaian secara mandiri saat warga lain sedang melaksanakan ibadah salat tarawih guna menangkap basah para pelaku yang sering menyatroni ladangnya.
”Bukan hanya sekali dua kali kehilangan, makanya dia (pemilik) ke sana untuk berjaga-jaga,” katanya.
Upaya penjagaan tersebut membuahkan hasil ketika korban memergoki dua orang tak dikenal masuk ke area perkebunan dan mulai memetik komoditas bernilai tinggi tersebut secara ilegal.
Karis yang merupakan kerabat korban menjelaskan bahwa pelaku sempat memetik empat buah alpukat sebelum akhirnya dikejutkan oleh teriakan pemilik yang mencoba melakukan penghadangan di lokasi.
”Baru petik empat biji, langsung dikagetkan,” ujarnya.
Keributan sempat pecah saat korban mencoba mengadang, namun kedua pelaku memilih melarikan diri ke arah berbeda dan meninggalkan sepeda motor Honda Beat milik mereka di tempat kejadian.
Warga yang tersulut emosi akibat rentetan kasus kriminalitas serupa akhirnya meluapkan kemarahan dengan membakar kendaraan pencuri tersebut hingga hanya menyisakan kerangka besi yang hangus tak bersisa.
”Satu kebun itu bisa hilang sampai satu kuintal lebih tepat saat buah sudah siap panen,” jelasnya.
Kapolsek Sembalun IPTU Lalu Subadri membenarkan adanya laporan pencurian di Dusun Lauk Rurung Barat tersebut serta telah mengamankan barang bukti berupa golok, tas, dan kain sarung.
Aparat kepolisian melalui Bhabinkamtibmas setempat kini meminta masyarakat untuk tetap tenang serta tidak melakukan tindakan main hakim sendiri yang dapat memperkeruh situasi keamanan di desa.
”Unit Satreskrim saat ini sedang melakukan penyelidikan untuk mengungkap identitas kedua pelaku yang melarikan diri,” pungkasnya.*
















