PorosLombok.com – Ustadz Adi Hidayat mengungkapkan bahwa interaksi intensif dengan Al-Qur’an merupakan agenda paling utama yang dicontohkan Nabi Muhammad SAW selama menjalani ibadah puasa di bulan suci Ramadhan pada Senin (18/3/2024).
Dalam tayangan video di kanal YouTube Adi Hidayat Official, pendakwah ini menjelaskan bahwa kedermawanan dan kelembutan hati Rasulullah SAW akan meningkat drastis setiap kali memasuki bulan penuh berkah tersebut.
”Beliau adalah orang yang paling baik dan kebaikan itu senantiasa bertambah setiap datangnya Ramadhan terutama saat berjumpa Malaikat Jibril,” ujarnya.
Ustadz Adi Hidayat memaparkan bahwa Rasulullah SAW secara rutin melakukan tadarus bersama Malaikat Jibril setiap malam guna memastikan terjaganya kualitas serta kemurnian hafalan kitab suci umat Islam.
”Hadis ini memberikan penjelas yang sangat kuat akan keistimewaan interaksi dengan Al-Qur’an sebagai agenda terpenting di bulan Ramadhan,” katanya.
Narasi dalam video tersebut menekankan bahwa puasa tanpa dibarengi dengan membaca atau mempelajari Al-Qur’an dinilai kurang sempurna karena Allah SWT melekatkan kemuliaan bulan ini dengan peristiwa turunnya wahyu.
”Jika seorang muslim berpuasa namun tidak mengisi waktunya dengan memperbanyak interaksi Al-Qur’an, maka para pakar menilai ada yang kurang berkah,” jelasnya.
Penjelasan lebih lanjut dalam video tersebut menguraikan tiga metode berinteraksi dengan kitab suci, mulai dari sekadar membaca atau qiraah, mengkaji makna secara mendalam melalui tilawah, hingga menghafal atau tahfidz.
”Agenda berinteraksi dengan Al-Qur’an adalah di antara agenda terpenting yang langsung ditunjukkan oleh Nabi SAW selama periode Ramadhan,” katanya.
Ustadz Adi Hidayat memberikan catatan penting bahwa kualitas bacaan yang benar jauh lebih utama daripada mengejar banyaknya jumlah khatam, terutama bagi mereka yang masih dalam tahap belajar bersama seorang guru pembimbing.
”Setiap huruf yang dibaca dengan terbata-bata namun tetap berusaha benar, akan diganjar pahala berlipat dua kali oleh Allah SWT,” katanya.
Ustadz Adi Hidayat menegaskan bahwa membaca Al-Qur’an dengan niat tulus mengikuti sunah Nabi akan menghadirkan ketenangan jiwa sekaligus potensi pahala besar yang menutupi dosa-dosa di masa lalu,*


















