PorosLombok.com – Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Lombok Timur, H. Shulhi, memimpin langsung Monitoring dan Evaluasi (Monev) hari pertama Tes Kemampuan Akademik (TKA) tingkat Madrasah Tsanawiyah pada Senin (6/4/2026).
Langkah taktis ini menyasar MTsN 3 dan MTsN 2 Lombok Timur guna menjamin seluruh tahapan teknis berjalan tanpa hambatan. Kunjungan tersebut menjadi bukti komitmen instansi dalam mengawal standar mutu pendidikan di wilayah timur.
“Saya mengapresiasi kesiapan panitia di MTsN 3 dan MTsN 2 yang telah mengondisikan suasana ujian dengan sangat tertib,” ujar Kepala Kemenag Lombok Timur, H. Shulhi.
Shulhi menilai kesigapan pengelola madrasah dalam mengatur distribusi soal serta kesiapan perangkat ujian sangat krusial. Kedisiplinan panitia lokal dianggap menjadi cerminan keberhasilan tata kelola birokrasi pendidikan yang profesional.
Tercatat sebanyak 10.870 siswa dari berbagai lembaga pendidikan Islam di seluruh kabupaten mengikuti ujian serentak ini. Pelaksanaan tes akademik dijadwalkan berlangsung secara intensif selama dua pekan hingga 16 April mendatang.
“Target pelaksanaan di seluruh wilayah kami proyeksikan mampu tercapai sesuai jadwal yang telah ditetapkan pusat,” katanya.
Koordinasi Lintas Lembaga dan Pengawasan Mutu Pendidikan Madrasah
Pihak Kemenag optimis kelancaran pada hari perdana akan menjadi tren positif hingga selesainya agenda nasional tersebut. Integrasi sistem informasi ujian terus dipantau secara berkala untuk memitigasi potensi gangguan server di lapangan.
Pesan tegas juga disampaikan kepada seluruh pengawas ruangan agar menjaga integritas serta objektivitas penilaian hasil belajar siswa. Koordinasi antarlembaga pendidikan menjadi kunci utama dalam menangani kendala teknis yang muncul tiba-tiba.
“Kami ingin memastikan tidak ada satu pun siswa yang terkendala dalam mengikuti tes yang menentukan potret mutu ini,” jelasnya.
Penilaian ini dianggap sebagai siklus pendidikan vital untuk mengukur sejauh mana capaian kompetensi peserta didik selama menempuh studi. Hasil TKA nantinya akan menjadi bahan evaluasi komprehensif bagi kebijakan kurikulum di tingkat daerah.
Monitoring berkelanjutan terus dilakukan untuk memastikan hak-hak pendidikan ribuan siswa madrasah terlindungi dengan baik. Tim Satgas Kemenag tetap siaga memberikan pendampingan bagi madrasah yang membutuhkan bantuan operasional darurat.
“Partisipasi lebih dari sepuluh ribu pelajar ini menuntut konsistensi pengawasan agar kualitas tetap terjaga hingga akhir sesi,” pungkasnya.*
















