Chili House Edukasi Warga Gili Trawangan Lombok Utara Olah Limbah Organik Jadi Eco Enzyme

Chili House Community gandeng Bhayangkari NTB edukasi warga Gili Trawangan olah limbah organik jadi eco enzyme guna ciptakan ekosistem pariwisata hijau berkelanjutan.

PorosLombok.com – Chili House Community menggelar lomba pembuatan eco enzyme sekaligus edukasi pengelolaan sampah organik guna menekan volume limbah di kawasan wisata Gili Trawangan, Kabupaten Lombok Utara, Senin (20/4/2026).

​Kegiatan strategis ini menggandeng jajaran Bhayangkari Daerah NTB dan Bhayangkari Cabang Lombok Utara untuk memperkuat kampanye lingkungan. Ibu Kapolda NTB Ny. Edi Murbowo hadir langsung menyaksikan proses transformasi limbah menjadi cairan bermanfaat.

​“Sampah organik memiliki potensi besar untuk diolah menjadi produk yang sangat bermanfaat bagi lingkungan,” ujar Pendiri Chili House Community, Noor Ain Hussin, Ph.D, Senin (20/4/2026).

​Akademisi tersebut melibatkan anak-anak binaan beserta orang tua mereka untuk mempraktikkan langsung teknik fermentasi sederhana. Inisiatif ini bertujuan mengubah pola pikir masyarakat agar tidak lagi memandang sisa dapur sebagai barang yang tidak berguna.

​Peserta mempelajari komposisi ideal fermentasi dengan perbandingan baku 1:3:10 yang melibatkan limbah kulit buah atau sayuran. Bahan-bahan tersebut dicampur dengan molase serta air bersih untuk menghasilkan cairan pembersih alami yang multifungsi.

​“Anak-anak kami kenalkan pada praktik sederhana yang bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari mereka,” katanya.

Dukungan Bhayangkari dan Hadiah Compost Bin di Gili Trawangan

​Hasil akhir proses pengolahan ini diklaim mampu berfungsi sebagai pupuk cair hingga agen pengurai limbah domestik yang efektif. Pemanfaatan teknologi tepat guna ini menjadi solusi konkret bagi ekosistem pariwisata yang rentan terhadap pencemaran.

​Chili House Community turut menyediakan perangsang berupa hadiah uang tunai serta unit compost bin senilai ratusan ribu rupiah bagi pemenang lomba. Penghargaan ini menjadi bentuk apresiasi bagi warga yang paling antusias mengadopsi gaya hidup hijau.

​“Edukasi ini adalah langkah awal untuk mendorong perubahan perilaku masyarakat dalam mengelola sampah,” jelasnya.

​Ain menegaskan bahwa keberhasilan penanganan limbah di pulau wisata sangat bergantung pada konsistensi setiap individu secara berkelanjutan. Sistem pengelolaan yang canggih tidak akan maksimal tanpa adanya keterlibatan aktif dari lini terkecil rumah tangga.

​Kehadiran organisasi Bhayangkari menjadi simbol dukungan nyata bagi penguatan kapasitas masyarakat lokal dalam menjaga kelestarian alam. Gerakan kolektif ini diharapkan mampu mengurangi beban tempat pembuangan akhir yang semakin terbatas kapasitasnya.

​“Masyarakat harus menerapkannya secara konsisten agar menjadi solusi jangka panjang bagi masalah lingkungan kita,” pungkasnya.*

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Bank NTb

TERBARU