PorosLombok.com – Bupati Lombok Timur H. Haerul Warisin memastikan pemerintah daerah berkomitmen penuh untuk membangun kembali fungsi pasar di Kecamatan Pringgabaya pasca-musibah kebakaran hebat yang melanda kawasan tersebut.
Upaya pemulihan aktivitas ekonomi menjadi prioritas utama guna memastikan para pedagang dapat kembali berjualan secara normal. Namun, realisasi pembangunan kembali infrastruktur pasar tersebut memerlukan tahapan administrasi dan perencanaan yang matang sesuai regulasi pemerintah.
“Sebagai pemerintah, kita ingin pasar segera normal kembali tetapi tentu membutuhkan kesabaran,” ujar H. Haerul Warisin di hadapan para korban, Selasa (5/5/2026).
Bupati menjelaskan bahwa setiap kebijakan pemanfaatan keuangan daerah harus menempuh prosedur yang berlaku demi menghindari persoalan hukum di kemudian hari. Tahapan perencanaan hingga penganggaran menjadi proses wajib yang tidak boleh dilewati secara instan.
“Karena kita harus lewat perencanaan, anggaran hingga aturan-aturan yang harus dipatuhi,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Haerul Warisin juga mengklarifikasi perihal kehadirannya yang baru bisa terlaksana beberapa saat setelah bencana terjadi. Ia mengaku sedang memperjuangkan hak-hak dasar ribuan warga di tingkat nasional saat musibah berlangsung.
“Saat kejadian, saya sedang di Jakarta untuk memperjuangkan nasib 176.000 warga yang kepesertaan BPJS Kesehatannya dinonaktifkan,” ujarnya.
Meskipun baru kembali dari ibu kota, ia langsung menginisiasi penyaluran bantuan tunai melalui Program Pemberdayaan Asnaf Miskin BAZNAS Lombok Timur. Santunan sebesar Rp 2 juta per orang diserahkan sebagai bentuk dukungan moril bagi para penyintas.
“Kami tetap akan mengembalikan apa yang menjadi kebutuhan bapak-ibu di pasar itu, tapi plungguh sabar,” tegas bupati.
Haerul Warisin menyadari bahwa nominal bantuan tersebut tidak mungkin menutupi seluruh kerugian material, terutama bagi para pengusaha yang memiliki stok dagangan besar. Namun, nilai silaturahmi dan kehadiran pemerintah dianggap sebagai poin yang jauh lebih krusial.
“Mungkin uang Rp 2 juta tidak ada artinya karena bapak-ibu adalah pengusaha besar, tapi silaturahmi ini yang penting,” jelasnya.
Penyerahan bantuan yang berlangsung di aula Kantor Camat Pringgabaya tersebut turut didampingi oleh Sekda, Kepala BPKAD, serta jajaran dinas teknis terkait lainnya. Sinergi lintas sektor ini diharapkan mampu mempercepat revitalisasi ekonomi di wilayah tersebut.
“Pemerintah akan berupaya maksimal agar sarana perdagangan di Pringgabaya segera pulih dan aktivitas pasar kembali bergeliat seperti semula,” pungkasnya.*


















