Ketum PBNW Ingatkan Santri NW Anjani Jaga Almamater di Acara Penamatan

Dinas Pertanian Lombok Timur memperketat pengawasan pola ruang pada 35.000 hektar lahan produktif guna menjamin ketahanan pangan daerah hingga 35 tahun ke depan.

PorosLombok.com – Sebanyak 990 santri Pondok Pesantren Syaikh Zainuddin NW Anjani mengikuti prosesi tasyakur penamatan di halaman Majlis Dakwah Hamzanwadi II, Minggu (3/5/2026).

​Acara tahun ini tampil beda dengan format menyerupai wisuda perguruan tinggi untuk memberikan kesan mendalam bagi para alumni. Pengalungan medali secara simbolis menandai keberhasilan santri dalam menuntaskan jenjang pendidikan mereka.

​“Kegiatan ini merupakan rutinitas sebagai wujud kesyukuran atas berhasilnya menamatkan santri kelas akhir tahun ini,” ujar Ketua Panitia Penamatan H. Husnul Abror.

​Husnul Abror merinci total lulusan mencakup TK 43 orang, MI 18 orang, serta ratusan santri dari tingkat MTs hingga SMK. Komposisi lulusan terbanyak berasal dari MAPK Syaikh Zainuddin NW yang menyumbang 172 alumni baru.

​“Santri yang tamat pada lembaga pendidikan di Ponpes Syaikh Zainuddin NW Anjani mencapai 990 orang,” jelasnya.

​Ketua Yayasan Pontren Syaikh Zainuddin NW Anjani DR TGKH Muhammad Zainuddin Atsani memberikan amanat agar lulusan tidak berhenti menuntut ilmu. Ia meminta para alumni segera melanjutkan studi ke jenjang lebih tinggi demi masa depan.

​“Jangan lupa asal kita memulai dan tempat kita belajar, organisasi NW serta guru-guru yang mengajar kita,” pesan TGKH Muhammad Zainuddin Atsani.

​Ketua Umum PBNW tersebut menekankan pentingnya pengabdian kepada organisasi sebagai bentuk tanggung jawab moral setelah menimba ilmu. Pesan pendiri NW menjadi ruh utama yang harus selalu dibawa oleh setiap lulusan dimanapun berada.

​“Wali santri harus terus memotivasi anak-anak dalam menuntut ilmu sebagai bekal dunia dan akhirat kelak,” ujarnya.

​Atsani juga menitipkan pesan mendalam mengenai pengutamaan adab dan akhlak dalam kehidupan sosial yang berdampingan di masyarakat. Ilmu pengetahuan tanpa integritas moral dianggap tidak akan memiliki nilai yang tinggi dalam profesi apapun.

​“Di manapun kalian berada dan profesi apapun yang didapatkan, jangan pernah melupakan jasa besar NW,” tegasnya.

​Rektor IAIH NW Lotim ini meminta seluruh pengasuh asrama dan guru meningkatkan kedisiplinan serta profesionalisme dalam membina santri. Dedikasi pendidik menjadi kunci utama dalam menjaga amanat para wali yang menitipkan anak mereka.

​“Mari jaga amanat wali santri untuk mendidik anak-anak menjadi pribadi berilmu, berakhlak, dan berprestasi,” katanya.

​Sementara itu, Kepala Dinas Dikpora Provinsi NTB DR Syamsul Hadi menyatakan pemerintah daerah terus mengawal revitalisasi dan digitalisasi pendidikan. Kualitas guru menjadi fokus utama untuk meningkatkan daya saing siswa di level internasional.

​“Saya berharap kedepan para santri Syaikh Zainuddin NW Anjani bisa membawa harum nama NTB di kancah nasional,” ujarnya.

​Pemerintah Provinsi NTB meyakini bahwa penguatan kualitas pendidikan merupakan investasi jangka panjang bagi kemajuan daerah. Sinergi antara pondok pesantren dan kebijakan pemerintah diharapkan mampu mencetak sumber daya manusia unggul yang berdaya saing.

​“Terima kasih kepada semua pendidik atas dedikasi dan pengabdian luar biasa kepada anak-anak didik kita,” pungkasnya.*

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Bank NTb

TERBARU