Pemkab Lombok Timur Kebut Proyek Air Bersih di Wilayah Selatan

Pemkab Lombok Timur mengebut proyek air bersih di wilayah selatan melalui PDAM. Realisasi fisik mencapai 85-95 persen dengan target awal 4.300 sambungan rumah tangga dari IPA Kota Raja.

PorosLombok.com – Pemerintah Kabupaten Lombok Timur memprioritaskan pengadaan air bersih di wilayah selatan guna mengatasi krisis kekeringan yang melanda warga secara berkepanjangan, Selasa (19/5/2026).

Pihak pemerintah daerah menggandeng perusahaan daerah air minum setempat untuk mempercepat pembangunan infrastruktur vital tersebut. Langkah ini diambil demi menjamin hak dasar seluruh masyarakat pedesaan.

“Pemerintah daerah membangun kantor unit baru agar pengaduan dijangkau lebih cepat,” ujar Pelaksana Tugas Direktur Utama PDAM Lombok Timur Sofyan Hakim.

Sofyan Hakim menerangkan bahwa keberadaan pangkalan operasional baru di kawasan selatan akan memotong jalur birokrasi penanganan masalah teknis. Petugas lapangan kini dapat langsung bergerak saat menerima laporan warga.

Manajemen perusahaan mencatat program perluasan jaringan distribusi tersebut kini telah menunjukkan hasil yang signifikan. Tingkat realisasi pengerjaan fisik di lapangan dilaporkan sudah menyentuh angka 85 hingga 95 persen.

“Tahap awal terdapat 4.300 sambungan baru yang bersumber dari IPA Kota Raja,” katanya.

Pembicara menambahkan bahwa instalasi pengolahan air tersebut menjadi tumpuan utama pasokan debit menuju pemukiman. Selain itu, terdapat tambahan jaringan pipa untuk ratusan rumah tangga di area pesisir terluar.

Langkah pengadaan fasilitas sanitasi ini sengaja mendahulukan kesiapan kapasitas pasokan hulu sebelum menyasar area pemukiman padat. Manajemen memastikan kekuatan suplai air mampu mencukupi kebutuhan harian warga.

“JDU dari Gunung Malang saat ini sudah tuntas diselesaikan hingga ke pelosok,” ujarnya.

Sofyan menjelaskan bahwa pipa induk utama kini telah menjangkau titik krusial di daerah Sekaro hingga Seriwe. Keberhasilan penyaluran ini menjadi modal penting bagi pengembangan sektor pariwisata lokal yang sedang berkembang.

Fokus kerja tim teknis selanjutnya akan bergeser pada penyusunan skema pipa pembagi di tingkat dusun. Kebijakan ini dinilai genting agar distribusi air bersih dapat terbagi secara merata tanpa ada ketimpangan sosial.

“Metode yang digunakan adalah menyelesaikan area yang paling ujung terlebih dahulu,” katanya.

Dirut menegaskan bahwa penanganan wilayah terjauh merupakan taktik efektif untuk mempermudah pemetaan pipa susulan. Jika area terluar sudah teraliri, interkoneksi ke desa-desa sekitar akan menjadi jauh lebih mudah.

Sinergi pembiayaan daerah ini dipastikan tetap berjalan konsisten demi mewujudkan pemerataan kesejahteraan publik yang berkelanjutan hingga ke tingkat rumah tangga.*

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Bank NTb

TERBARU