PorosLombok.com – Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait memuji langkah berani Bank Syariah Nasional (BSN) yang menghadirkan inovasi pembiayaan perumahan bagi masyarakat kecil, Selasa (19/5/2026).
Lembaga keuangan tersebut menerapkan sistem penilaian nonformal yang menitikberatkan pada aspek komitmen serta kegigihan calon nasabah. Langkah ini terbukti efektif menjaga kelancaran pembayaran angsuran bulanan di lapangan.
“Saya senang mendengar ada terobosan seperti ini,” ujar Maruarar Sirait.
Maruarar Sirait mengapresiasi kebijakan perbankan yang tidak lagi kaku dalam menerapkan persyaratan administratif finansial sekadar melihat angka nominal modal. Indikator moral dinilai menjadi angin segar industri properti.
Pemerintah menegaskan bahwa hak memperoleh hunian layak harus dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali. Skema pembiayaan inklusif wajib diperluas demi menyasar kelompok pekerja informal daerah.
“Jangan sampai rakyat kecil tertutup aksesnya,” katanya.
Pria yang akrab disapa Menteri Ara ini mengingatkan agar regulasi perbankan tidak menjadi barikade penghambat bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Fleksibilitas perbankan menjadi kunci utama pengentasan kemiskinan.
Kementerian PKP mendesak industri perbankan nasional meniru model bisnis tersebut guna mempercepat target pemenuhan papan nasional. Sektor swasta diminta aktif membuka ruang bagi nasabah kurang mampu.
“Ini sejalan dengan concern Presiden Prabowo,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa program strategis ini beriringan dengan visi besar Kepala Negara yang menempatkan rumah sebagai simbol martabat keluarga. Pemukiman yang sehat dipercaya mampu meningkatkan kualitas hidup anak cucu.
Agenda kunjungan lapangan di Perumahan Polinesia Lombok Barat tersebut juga menjadi wadah koordinasi lintas sektor kementerian. Kehadiran para petinggi negara memperkuat komitmen penyediaan hunian bersubsidi.
“Saya berharap semakin banyak bank yang berani membuat terobosan,” jelasnya.
Menteri PKP menegaskan kembali pentingnya itikad baik nasabah sebagai aset utama dalam penilaian kelayakan kredit di masa depan. Kolaborasi erat dengan pengembang lokal pun terus dipacu.
Kawasan perumahan yang menjadi lokasi peninjauan ini dikembangkan oleh PT Mekka Asia Property di bawah kepemimpinan direktur utama. Proyek percontohan tersebut diharapkan memicu pertumbuhan ekonomi daerah.**


















