Lombok Timur Raih Posisi Dua Pemda Berprestasi 2026 Kategori Creative Financing

Lombok Timur raih juara 2 Pemda Berprestasi 2026 kategori creative financing, bayangi Lombok Barat. Capaian ini membuahkan bonus insentif fiskal Rp2 miliar untuk APBD.

PorosLombok.com – Kabupaten Lombok Timur sukses mengamankan posisi kedua dalam penghargaan Pemerintah Daerah Berprestasi 2026 Regional Nusa Tenggara dan Maluku untuk kategori creative financing, Senin kemarin (18/5/2026).

​Raihan gemilang ini membuat Lombok Timur menempel ketat Kabupaten Lombok Barat yang berada di peringkat pertama. Persaingan sehat dua daerah bertetangga ini menjadi sorotan utama dalam acara puncak yang digelar di Senggigi tersebut.

​”Tujuan kita adalah memberikan apresiasi prestasi sekaligus memberikan tambahan insentif fiskal,” ujar Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian.

​Tito Karnavian menjelaskan bahwa penghargaan kuantitatif ini dirancang untuk memicu iklim kompetisi yang sehat antar-kepala daerah. Pemerintah pusat sengaja menyiapkan bonus anggaran guna mengapresiasi wilayah yang berhasil mandiri.

​Berkat keberhasilan menyabet posisi kedua regional, Lombok Timur berhak membawa pulang dana insentif sebesar Rp 2 miliar. Tambahan modal fiskal ini siap ditransfer langsung ke dalam struktur anggaran pendapatan dan belanja daerah.

​”Itu digunakan untuk APBD dan bisa digunakan kepala daerah untuk pos mana saja, termasuk BTT,” katanya.

​Mendagri menambahkan bahwa fleksibilitas penggunaan dana bonus ini sepenuhnya menjadi hak prerogatif bupati untuk membangun sektor riil. Skema tersebut diharapkan mampu mempercepat eksekusi program kedaruratan masyarakat di lapangan.

​Catatan dari tim penilai menunjukkan bahwa perebutan takhta kategori inovasi finansial ini berlangsung sangat ketat. Lombok Timur dinilai unggul berkat terobosan radikal dalam mengoptimalkan penerimaan pajak dan retribusi daerah.

​”Aspek digitalisasi dan konsistensi opini LKPD juga menjadi bagian penting,” jelasnya.

​Mantan Kapolri tersebut menegaskan bahwa modernisasi sistem keuangan menjadi pilar utama penentu keunggulan suatu wilayah. Daerah yang masih gagap teknologi dipastikan tertinggal dalam penilaian tata kelola aset maupun investasi.

​Selain mengungguli performa Kabupaten Halmahera Selatan yang harus puas di peringkat ketiga, capaian ini menjadi tolok ukur baru bagi bupati. Optimalisasi kemitraan dengan badan usaha kini menjadi fokus untuk mengejar ketertinggalan.

​Kompetisi kreatif ini terbukti efektif memotivasi jajaran birokrasi lokal untuk melepas ketergantungan pada dana transfer pusat demi kesejahteraan warga**

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Bank NTb

TERBARU