PorosLombok.com – Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat Indah Dhamayanti Putri resmi menutup gelaran Karya Kreatif NTB (KK NTB) 2026 di Atrium Lombok Epicentrum Mall, Kota Mataram, Minggu (17/5/2026).
Pameran tahunan ini sukses mencetak nilai transaksi ratusan juta rupiah serta mengamankan komitmen pembiayaan modal hingga miliaran rupiah. Capaian tersebut memicu optimisme baru bagi masa depan pelaku usaha mikro.
“Kita ingin produk-produk lokal mampu bersaing di pasar nasional maupun internasional,” ujar Wagub NTB.
Perempuan yang akrab disapa Umi Dinda ini menegaskan bahwa agenda ini telah berevolusi menjadi ruang strategis pembongkar sekat pasar. Komoditas berbasis budaya lokal kini dipacu agar naik kelas secara instan.
Pemerintah daerah menilai kekayaan tradisi tenun wastra, kriya, hingga racikan kopi lokal merupakan identitas komersial yang bernilai tinggi. Sektor-sektor unggulan tersebut wajib dikemas secara kreatif dan modern.
Langkah taktis yang ditempuh mencakup penguatan promosi berkala serta peningkatan standar mutu produk secara masif. Pembinaan intensif terus bergulir agar daya saing komoditas daerah semakin kokoh di pasar global.
“Pendampingan seperti ini penting agar UMKM kita benar-benar tumbuh,” katanya.
Wagub memberikan apresiasi tinggi kepada jajaran Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTB yang dinilai konsisten mengawal pembinaan. Proses kurasi produk secara ketat menjadi kunci perluasan penetrasi pasar.
Pihak pemprov mengimbau seluruh elemen pendukung untuk terus memperkuat jalinan kemitraan dan melahirkan inovasi baru. Evaluasi berkala harus tetap berjalan demi menyasar target perputaran uang yang lebih besar.
“Kita tidak boleh cepat puas dengan apa yang dicapai hari ini,” ujarnya.
Umi Dinda menekankan bahwa dampak konkret dari setiap kegiatan ekonomi harus dirasakan langsung oleh masyarakat bawah. Langkah ini genting untuk menjaga stabilitas daya beli dan ketahanan ekonomi keluarga.
Pada kesempatan yang sama, pihak bank sentral menyatakan bahwa pameran ini merupakan bagian dari komitmen jangka panjang korporasi. Fokus utama diarahkan pada pembangunan ekosistem digital yang kompetitif.
Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTB Hario Kartiko Pamungkas menjelaskan bahwa tantangan pasar global saat ini menuntut perubahan pola pikir para perajin tradisional di daerah.
“Sekarang bukan lagi soal bersaing sendiri-sendiri, tetapi bagaimana membangun kolaborasi,” jelasnya.
Hario menambahkan bahwa pemanfaatan kemajuan teknologi finansial menjadi kewajiban yang harus diadopsi. Integrasi lintas sektor diyakini mampu membuat pelaku industri kreatif bertahan dari guncangan ekonomi.
Berdasarkan data panitia, sebanyak 119 pelaku usaha dari berbagai sektor komoditas ikut ambil bagian selama tiga hari penuh. Lapak kuliner, dekorasi rumah, dan kerajinan tangan menjadi pusat perhatian pengunjung.
Bank Indonesia mencatat total omzet riil penjualan produk selama pameran berlangsung menyentuh angka Rp645 juta. Nominal tersebut melonjak tajam sebesar 64,67 persen jika dibandingkan dengan pembukuan tahun lalu.
Seremoni penutupan KK NTB 2026 diakhiri dengan pembagian piagam penghargaan bagi tenant pengguna QRIS teraktif serta apresiasi kategori Wirausaha Unggul Bank Indonesia terbaik*


















