PorosLombok.com – Bank NTB Syariah resmi kembali menjadi lembaga penyalur Kredit Usaha Rakyat setelah menandatangani Perjanjian Kerja Sama Pembiayaan bersama Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah Republik Indonesia pada Senin (22/6/2026).
“Kami bersyukur Bank NTB Syariah kembali dipercaya menjadi penyalur Kredit Usaha Rakyat,” ujar Direktur Utama Bank NTB Syariah Nazaruddin.
Nazaruddin menyatakan bahwa momentum krusial ini menjadi peluang besar bagi perusahaan untuk memperluas jangkauan pembiayaan modal kepada para pelaku usaha serta masyarakat produktif di wilayah Nusa Tenggara Barat.
“Ini merupakan momentum penting bagi kami untuk memperluas akses pembiayaan kepada pelaku UMKM,” katanya.
Langkah strategis tersebut sekaligus menandai kembalinya peran aktif bank daerah ini dalam program KUR nasional setelah sempat absen atau tidak mendapatkan kuota alokasi selama kurang lebih delapan tahun terakhir.
“Kami ingin pembiayaan KUR yang disalurkan benar-benar mampu mendorong pertumbuhan usaha,” ujarnya.
Pihak manajemen berkomitmen memastikan bahwa serapan dana stimulus tersebut dapat berjalan efektif sehingga mampu meningkatkan daya saing sektor industri kreatif skala kecil serta memberikan dampak ekonomi nyata.
“Plafon penyaluran KUR sebesar empat puluh miliar rupiah,” jelasnya.
Manajemen mengonfirmasi total dana stimulan tersebut terbagi menjadi dua sektor sasaran utama, yakni tiga puluh miliar rupiah untuk modal usaha mikro dan sepuluh miliar rupiah khusus untuk pembiayaan pekerja migran.
“Alokasi KUR bagi PMI juga diharapkan dapat membantu masyarakat yang akan bekerja ke luar negeri,” katanya.
Program ini sengaja dirancang untuk mempermudah para calon tenaga kerja internasional dalam mendapatkan modal keberangkatan yang aman, terjangkau, serta sepenuhnya sejalan dengan implementasi prinsip syariah.
“Keberadaan KUR akan memperkuat ekosistem pembiayaan syariah yang selama ini telah dikembangkan,” ujarnya.
Skema permodalan baru tersebut bakal memperkokoh lini bisnis komersial pada sektor-sektor produktif lokal seperti jaringan perdagangan, pertanian, peternakan, perikanan, hingga industri jasa kemasyarakatan.
“Kami optimistis penyaluran ini memberikan kontribusi positif terhadap peningkatan inklusi keuangan,” jelasnya.
Sinergi berkelanjutan bersama pemangku kebijakan di tingkat pusat maupun daerah akan terus dipacu guna memastikan pemerataan distribusi modal dapat menjangkau kantong-kantong pelaku usaha yang membutuhkan.
“Ke depan, Bank NTB Syariah akan terus bersinergi untuk memastikan program dapat menjangkau lebih banyak pelaku usaha,” pungkasnya.















