PorosLombok.com – Meski berada di wilayah terpencil serta minimnya fasilitas, namun tak menyurutkan semangat siswa siswi SDN 4 Sukarara dalam menimba ilmu dan meraih prestasi.
Hal itu diungkapkan H. Ihsan, S.Pd selalu Kepala SDN 4 Sukarara saat ditemui awak media di ruang kerjanya, Rabu 22 Juli 2026. Ia berkomitmen untuk membuat sekolah tersebut lebih maju melalui program strategis yang sudah ia canangkan.
“Saya bertekad untuk membawa SDN 4 Sukarara yang saya pimpin ini lebih maju. Karna itu, sejak hari pertama masuk sekolah, saya selalu memonitoring progres MPLS kelas satu,” ujar H. Ihsan.
Menurutnya, Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) merupakan proses yang penting bagi peserta didik baru sebelum memasuki proses belajar mengajar. Karna itu, ia akan melakukan evaluasi terhadap hasil MPLS tersebut.
Dikatakan lebih lanjut, agar dapat membawa siswa untuk meraih prestasi, tentu para pendidik (guru) haruslah memiliki kompetensi yang baik, selain tentu didukung dengan fasilitas yang memadai.
Karna itu, pihaknya akan segera menyusun Kelompok Kerja Guru (KKG) guru kelas. Nantinya masing-masing guru kelas akan diberikan jadwal dalam mengikuti program KKG tersebut.
“Harapan kita, dengan mengikuti KKG ini para guru dapat mengembangkan kemampuan mengajarnya setingkat gugus Sukarara,” ungkapnya.
Sejauh ini prestasi siswa SDN 4 Sukarara dapat disetarakan dengan sekolah-sekolah lain yang ada di Kecamatan Sakra Barat. Terbaru, sekolah tersebut keluar sebagai juara umum pada Lomba Esra perkemahan yang diadakan oleh SMP Sukarara, dan beberapa prestasi lainnya.
Saat yang sama H. Ihsan mengungkap kondisi fisik sekolah yang sangat menghawatirkan, bahkan satu ruang kelas mengalami kerusakan yang sangat parah.
Berbagai upaya telah dilakukan pihak sekolah agar bangunan tersebut mendapat perhatian pemerintah. Menurutnya, usulan revitalisasi telah berkali-kali diajukan, baik melalui program pemerintah pusat maupun melalui Pemerintah Kabupaten Lombok Timur.
“Kami sudah berulang kali mengusulkan revitalisasi sekolah. Berbagai jalur sudah kami tempuh, mulai dari usulan ke pemerintah pusat hingga berharap adanya alokasi melalui APBD Kabupaten Lombok Timur. Namun hingga saat ini belum ada yang terealisasi,” ungkapnya.
Selain bangunan yang rusak berat, sekolah yang menampung 153 peserta didik itu juga masih menghadapi keterbatasan fasilitas pendukung pembelajaran seperti Laboratorium dan ruangan LKS.
Kondisi tersebut dinilai dapat memengaruhi kenyamanan proses belajar mengajar serta kualitas layanan pendidikan yang diterima siswa. Karenanya, H.Ihsan berharap pemerintah segera merealisasikan program revitalisasi demi keselamatan peserta didik dan tenaga pendidik.
“Harapan kami sederhana, anak-anak bisa belajar di ruang kelas yang aman, nyaman, dan layak. Kami berharap pemerintah daerah segera memberikan perhatian melalui program revitalisasi atau alokasi anggaran APBD,” tutupnya penuh harap.*

















