PorosLombok.com – Dewan Pembina Forum Wartawan Media Online (FWMO) Lombok Timur, Dimyati menegaskan era serba digital memaksa para pemburu berita bergerak ekstra cepat dan kreatif dalam menyajikan informasi berkualitas kepada masyarakat luas, Selasa (8/9).
“Peta persaingan media zaman sekarang menuntut insan pers pandai beradaptasi dan berinovasi tanpa membuang koridor profesionalisme kerja,” katanya.
Para insan pers zaman sekarang dituntut tidak boleh pasrah hanya mengandalkan pola peliputan lama jika tidak ingin tergilas derasnya arus perkembangan teknologi.
“Kita semua wajib mengasah kreativitas demi menghasilkan karya jurnalistik yang tetap menarik, cepat, dan mudah diakses publik,” ujarnya.
Penataan pola kerja wartawan di lapangan juga wajib menjaga mutu liputan agar tetap berimbang serta bisa dipercaya publik di tengah banjir informasi liar.
“Kode etik seorang jurnalis itu harus kita junjung tinggi karena media hari ini kerap kali disamakan dengan media sosial,” tegasnya.
Fenomena maraknya platform media sosial saat ini membuat masyarakat dapat memproduksi sekaligus menyebarkan kabar apa saja secara bebas melalui ponsel pintar.
“Perkembangan teknologi membuat batas antara berita hasil kerja jurnalistik resmi dengan sekadar unggahan pribadi menjadi makin kabur,” terangnya.
Pergeseran pola konsumsi berita masyarakat tersebut membawa tanggung jawab besar bagi Pembina II FWMO Lombok Timur, Widianto untuk menjaga integritas pers.
“Informasi dapat dengan cepat menjadi viral, meskipun belum tentu memiliki dasar fakta yang jelas,” jelasnya.
Maraknya isu simpang siur yang mendadak tular di ruang publik kerap memicu perdebatan panas tanpa arah akibat minimnya proses klarifikasi fakta.
“Kondisi ini berpotensi menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat, sehingga terjadi debat kusir di mana-mana,” ungkapnya.
Media massa arus utama dilarang keras ikut-ikutan terbawa arus berburu sensasi demi mengejar angka tayangan atau tingkat popularitas semata.
“Media tidak boleh ikut terbawa arus hanya demi mengejar kecepatan, tetapi harus mengedepankan proses konfirmasi dan verifikasi,” tegasnya.
Ajang diskusi Jurnalistik “Pers Maju, Lotim Smart” menjadi wadah penguatan mutu sumber daya manusia agar para jurnalis makin mahir memanfaatkan teknologi modern.
“Persaingan era digital harus menjadi pelecut semangat wartawan untuk terus mengasah kemampuan serta kualitas karya berita,” ucapnya.
Langkah penguatan kapasitas pers ini diharapkan mampu mempertegas batas pembeda yang jelas antara karya wartawan profesional dengan sekadar informasi mentah.
“Saat semua orang bebas menyebar berita, wartawan harus hadir membawa kebenaran lewat informasi teruji yang dapat dipertanggungjawabkan,” pungkasnya.


















