Bank NTB Syariah Perkuat Ekosistem Keuangan Nasional Melalui Rangkaian Agenda ISEF 2026

Bank NTB Syariah memperkuat pengelolaan likuiditas instrumen SiPA serta mendukung perluasan pembiayaan rumah bersubsidi FLPP 2026 melalui sinergi di ajang ISEF 2026 Jakarta.

PorosLombok.com — Bank NTB Syariah resmi memperkuat komitmennya dalam pengembangan ekosistem keuangan syariah nasional dengan menghadiri dua agenda di Jakarta, Jumat (16/10/2026).

Langkah tersebut diwujudkan melalui partisipasi dalam kerja sama Sertifikat Pengelolaan Dana Berdasarkan Prinsip Syariah Antarbank serta pembiayaan perumahan bersubsidi.

Keduanya dilaksanakan dalam rangkaian Business Deals Ceremony yang diinisiasi oleh Bank Indonesia untuk mengoptimalkan likuiditas perbankan dan pembiayaan sektor produktif.

Pada kerja sama instrumen pasar uang, bank daerah ini berkolaborasi dengan sejumlah perbankan syariah nasional, seperti Bank CIMB Niaga Syariah dan BCA Syariah.

Instrumen Pasar Uang Antarbank Berdasarkan Prinsip Syariah tersebut dirancang khusus untuk mengelola serta mengoptimalkan likuiditas antarlembaga secara efisien.

Direktur Dana dan Transaksi Bank NTB Syariah, Adhi Susantio, menjelaskan pentingnya sinergi instrumen keuangan tersebut bagi ketahanan perbankan.

“Partisipasi Bank NTB Syariah dalam kerja sama SiPA merupakan bagian dari upaya kami untuk memperkuat pengelolaan likuiditas secara optimal sekaligus mendukung pengembangan pasar uang syariah,” ujarnya.

Sinergi antarlembaga keuangan dipandang sebagai elemen utama dalam membangun industri perbankan yang semakin kuat, efisien, dan memiliki daya saing tinggi.

Selain pengelolaan pasar uang, perseroan juga menjalin kemitraan dengan PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) di bidang pembiayaan perumahan masyarakat.

Kolaborasi ini difokuskan pada pembiayaan syariah porsi 25 persen Pembiayaan Pemilikan Rumah Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan Tahun 2026.

Melalui skema tersebut, kedua pihak berkomitmen mendukung penyediaan hunian inklusif dan berkelanjutan bagi masyarakat berpenghasilan rendah.

Langkah ini memperluas akses masyarakat NTB dan sekitarnya untuk memperoleh hunian yang layak serta terjangkau melalui program subsidinya.

“Kerja sama pembiayaan perumahan bersama PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) menjadi salah satu wujud komitmen kami untuk mendukung perluasan akses kepemilikan rumah yang layak dan terjangkau,” jelas Adhi.

Ia menekankan bahwa penguatan ekosistem tidak cuma soal likuiditas, melainkan juga menghadirkan manfaat nyata secara langsung kepada publik.

Integrasi seluruh pemangku kepentingan diharapkan mampu meningkatkan kapasitas industri serta menghadirkan layanan keuangan yang selalu relevan sesuai kebutuhan.

“Kami memandang sinergi antarlembaga keuangan sebagai elemen penting dalam membangun industri perbankan syariah yang semakin kuat, efisien, dan berdaya saing,” pungkasnya.*

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

TERBARU