PorosLombok.com – Mantan Kepala Desa Pringga Jurang, Malkan, resmi mendaftarkan diri kembali sebagai calon kepala desa di sekretariat panitia dengan diantar ratusan pendukungnya. Rombongan warga yang hadir mendampingi pendaftaran membuat suasana berlangsung cukup meriah serta penuh semangat pada Rabu (21/10/2026).
“Kehadiran ratusan masyarakat hari ini merupakan suntikan dorongan moral yang sangat luar biasa bagi langkah perjuangan politik kami,” ujarnya.
Langkah politik Malkan untuk kembali bertarung dalam pemilihan kepala desa kali ini diambil usai mengevaluasi berbagai aspirasi masyarakat yang belum terwujud. Niat tersebut didorong keinginan kuat untuk membawa perubahan serta perbaikan tata kelola desa menuju arah yang jauh lebih baik.
“Kami mengevaluasi perjalanan kepemimpinan sebelumnya dan menyadari masih ada beberapa program penting yang perlu dituntaskan,” katanya.
Atas dasar evaluasi tersebut, Malkan secara terbuka mengakui masih terdapat berbagai kekurangan selama masa jabatannya pada periode 2011 hingga 2017 lalu. Pengalaman masa lalu itu kini dijadikan cermin utama untuk membenahi prioritas pembangunan demi kesejahteraan seluruh warga Pringga Jurang.
“Setiap kekurangan di masa lalu menjadi pelajaran berharga untuk menghadirkan pola kepemimpinan yang lebih responsif,” jelasnya.
Fokus pengerjaan Malkan jika kembali terpilih kelak adalah pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat lokal, terutama penyediaan fasilitas air bersih. Persoalan pengadaan air minum desa dipandang sebagai masalah sangat mendesak karena menyangkut hajat hidup harian warga.
“Program kami dari kebutuhan dasar terutama masalah berkaitan dengan air,” ungkapnya.
Saat Malkan menjabat pada periode sebelumnya, sistem penyediaan air minum di tingkat desa berjalan secara teratur melalui program pengelola air minum desa (pamdes). Sayangnya, kualitas dan kelancaran pasokan air belakangan ini mengalami penurunan yang cukup signifikan.
“Sistem pengelolaan air minum desa pada masa lalu sebenarnya sudah berjalan melalui wadah pamdes,” terangnya.
Penurunan kualitas layanan pasokan air bersih tersebut memicu keluhan luas di tengah masyarakat karena dinilai sudah tidak layak konsumsi. Situasi minimnya pasokan air higienis ini mendesak adanya langkah pembenahan sistem manajemen air secara cepat dan terukur.
“Kondisi layanan air minum belakangan ini memang banyak dikeluhkan warga karena tidak lagi layak konsumsi,” tegasnya.
Tuntutan warga yang menginginkan pembenahan sistem pamdes menjadi dorongan utama bagi Malkan untuk menangani krisis air secara nyata demi menjaga kesehatan publik. Tingginya dorongan warga tersebut selaras dengan besarnya gelombang dukungan emosional dari ratusan pendukung yang hadir di lokasi.
“Persoalan air bersih harus segera diselesaikan secara riil demi menjamin kesehatan serta kenyamanan warga,” ucapnya.
Melihat tingginya antusiasme massa yang mengawalnya hingga lokasi pendaftaran, Malkan mengaku sangat tersentuh oleh besarnya tingkat kepercayaan publik. Luapan dukungan ratusan warga tersebut ia posisikan sebagai amanah besar untuk mengabdi kembali di Desa Pringga Jurang.
“Secara jasa saya itu merasa terharu karena antusias masyarakat juga sebagai dukungan kami, sangat berantusias untuk mengharapkan kami untuk bisa kembali lagi memimpin desa ini,” pungkasnya.*


















