LOTIM – PorosLombok.com | Putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang menolak gugatan sistem Pemilu dan menerapkan sistem proporsional terbuka untuk Pileg, seakan membawa angin segar bagi para bakal calon legislatif (bacaleg) yang akan bertarung pada Pemilu 2024, mendatang.
Jika sebelumnya para bacaleg terkesan ragu untuk mengambil sikap, kini mereka terlihat yakin dan penuh semangat untuk bergerilya melakukan sosialisasi memperkenalkan diri kepada masyarakat sebagai konstituen.
Pun demikian halnya yang dilakukan oleh, H. Zainal Abidin, Bacaleg Partai Golkar daerah pemilihan (Dapil) 1 yang terdiri dari Kecamatan Selong, Labuhan Haji, Sukamulia dan Kecamatan Suralaga.

Ia (H. Zainal) dalam beberapa kesempatan terlihat aktif melakukan kunjungan silaturahmi di wilayah empat kecamatan yang akan menjadi basis pertarungannya untuk mendapatkan mandat rakyat, terakhir ia terlihat di kecamatan Suralaga.
“Pertemuan ini untuk menyatukan persepsi dengan saudara, dan sahabat di sini, tentang bagaimana kedepan yang terbaik untuk kita perbuat setelah ditakdirkan oleh Allah,” kata H. Zainal kepada media ini, Selasa (27/6/23).
Selain itu, kata pria yang dikenal dengan nama akronim HAZA itu, bahwa dirinya juga ingin menghapus konotasi negatif terhadap Caleg yang tidak memperhatikan masyarakat setelah mendapatkan mandat rakyat, ibarat mendorong mobil mogok setelah hidup lalu ditinggal.
HAZA memastikan, jika terpilih dan mendapat mandat rakyat, maka dirinya berkomitmen akan mengabdikan diri untuk masyarakat, desa, daerah dan negara.
“Saya ingin mematahkan persepsi itu, mari kita buktikan di saat Pemilu 2024 mendatang. Jika ada nasib dari Allah dan saya terpilih karena dukungan semuanya, kita akan aplikasikan yang saya ungkapkan ini,” ikrarnya.
Saat yang sama, dirinya juga menyinggung soal praktik jual beli suara yang menurutnya tidak boleh dilakukakan. Sebab kata dia, praktik itu salah, baik dari hukum negara atau agama.
“Saya tidak ingin ada politik uang. Itu salah, dan akan membuat pengabdian kita menjadi transaksional jika terpilih,” tandasnya.
Ia menegaskan, bahwa dirinya ingin menjadi anggota legislatif yang amanah dan tidak terjebak pada konflik kepentingan. Tapi semata-mata berpihak pada kepentingan masyarakat secara total.
“Saya juga tidak mau menebar janji agar tidak menjadi hutang. Tapi mari kalau ada takdir, kita bersama-sama secara merata dalam pendistribusian aspirasi tanpa melupakan jerih payah konstituen,” tekannya.
Paling penting saat ini, tegas dia, adalah merubah persepsi masyarakat. Jangan sampai hanya tergiur dengan uang recehan, dan setelahnya mereka tidak mendapat perhatian dari Caleg terpilih. Secara pasti itu merugikan masyarakat.
“Kalau kami mendapatkan nasib saat reses nanti, apa yang menjadi keinginan masyarakat, itu kita akomodir dan distribusikan. Agar tidak menjadi bumerang saat terealisasi,” tegasnya.
Dari itu, dia mengimbau masyarakat di Pileg 2024 untuk berpartisipasi menggunakan hak pilihnya ke TPS terdekat, untuk menjamin keberlangsungan pembangunan.
Dirinya pun berharap, masyarakat untuk memilih dirinya, untuk merealisasikan semua visinya dalam mengawal aspirasi untuk pembangunan yang berkeadilan bagi masyarakat.
“Mari kita berkeyakinan bersama-sama menentukan pilihan, bila perlu istikharahkan pilihannya. Insya Allah ada petunjuk siapa yang baik dan terbaik untuk dijadikan wakil di DPRD nanti,” demikian HAZA memungkasi.
(PL/anas)















