Bupati Lotim Kirim Pemuda ke Jepang, Kepsek SMKN 1 Sikur: Ini yang Kami Tunggu

Lombok Timur, PorosLombok.com – Kepala SMKN 1 Sikur, Hasbi Ahmad, mengaku sangat mengapresiasi langkah Bupati Lombok Timur H. Haerul Warisin yang mendorong para pemuda, khususnya lulusan SMK, untuk bekerja ke Jepang.

Menurut Hasbi, kebijakan itu menjadi angin segar bagi dunia pendidikan vokasi di Lombok Timur, yang selama ini berjuang sendiri membuka akses kerja bagi siswanya.

“Ini yang kami tunggu. Pemerintah harus tampil, pasang akses buat anak-anak muda. Kalau tidak ada akses dari pemerintah, mereka jalan sendiri,” kata Hasbi, Sabtu (17/5).

Hasbi menegaskan, sehebat apa pun kualitas SMK, tanpa dukungan akses dari pemerintah, lulusan tetap akan kesulitan masuk ke dunia kerja internasional.

“Selama ini kami ingin pemerintah ada di depan membuka jalan. Kalau pemerintah sudah hadir, sekolah akan berlomba siapkan anak-anak terbaiknya,” tegasnya.

Ia menyambut baik program pemagangan ke Jepang dan menilai inilah bentuk konkret kehadiran pemerintah untuk membuka peluang masa depan bagi generasi muda.

“Anak-anak harus siap mental untuk bersaing di luar negeri. Kita ini punya dua KTP: sebagai warga negara Indonesia dan warga dunia. Siapapun berhak berada di luar sana,” jelasnya.

Hasbi mengungkapkan bahwa SMKN 1 Sikur sudah mengirim siswa ke Jepang, termasuk angkatan pertama yang berangkat ke Hokkaido melalui kerja sama dengan LPWLPKN.

“Ini cara kami mendukung program Pak Gubernur NTB Makmur Mendunia dan Pak Bupati dengan Lombok Timur Smart. Kami padukan dua program hebat ini di sekolah,” ujarnya.

Sebelumnya, Bupati Lombok Timur H. Haerul Warisin melepas 26 pemuda peserta pra-seleksi magang ke Jepang. Dalam sambutannya, ia menyebut keputusan itu sebagai langkah besar yang patut diapresiasi.

“Saya sangat bangga. Ini bukan keputusan mudah, tapi kalian sudah ambil langkah besar menuju masa depan cerah,” kata Warisin.

Ia bahkan menyebut bahwa menjadi tenaga kerja di Jepang lebih baik dibanding menjadi honorer dengan penghasilan tidak layak.

“Bayangkan, ada yang dari awal kerja sampai pensiun tetap honorer. Tak ada kejelasan status dan masa depan,” tegasnya.

Menurutnya, banyak anak muda yang sukses setelah pulang dari Jepang. Mereka membangun rumah, membuka usaha, dan mengangkat ekonomi keluarga.

Meski demikian, Warisin mengingatkan agar peserta magang menjaga etika dan nama baik Lombok Timur di negeri orang.

“Kalian bawa budaya santun kita. Hormati aturan dan adat istiadat di sana,” pesannya.

Program magang ke Jepang ini merupakan hasil kerja sama Pemkab Lombok Timur dengan lembaga penyalur tenaga kerja resmi. Tujuannya, memberikan jalan bagi generasi muda untuk menimba ilmu, pengalaman, dan penghasilan yang layak di luar negeri.

(arul/PorosLombok)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Bank NTb

TERBARU