Mataram, PorosLombok.com – Gerakan Rakyat NTB (GERAK-NTB) mendesak Balai Wilayah Sungai (BWS) NTB segera menangani irigasi BL 5 yang terbengkalai. Pasalnya, saluran irigasi yang menghubungkan Desa Ganti, Kecamatan Praya Timur, Lombok Tengah, hingga Desa Wakan, Kecamatan Jerowaru, Lombok Timur itu sudah lama tak mendapat perhatian.
Ketua GERAK-NTB, Arsa Ali Umar, menegaskan kondisi irigasi tersebut sudah sangat memprihatinkan. Menurutnya, sebagian besar saluran sudah hilang dan tidak berbentuk lagi.
“Setahu saya, irigasi ini terakhir dikerjakan sekitar 30 tahun lalu dengan sistem padat karya di era Presiden Soeharto. Setelah itu, tidak pernah ada perbaikan lagi,” ujarnya dalam audiensi bersama Humas dan salah satu Kabid BWS NTB, Senin (17/3).
Arsa mengatakan, irigasi BL 5 sangat dibutuhkan oleh masyarakat, terutama petani. Namun, karena kondisinya yang rusak, banyak lahan pertanian di wilayah selatan yang kesulitan mendapat suplai air.
“Padahal, irigasi ini adalah penopang utama pertanian di daerah kami. Kalau terus dibiarkan, petani akan semakin kesulitan,” tegasnya.
Tak hanya itu, Arsa juga mengungkapkan bahwa kerusakan irigasi ini kerap menyebabkan banjir di Desa Wakan. Saat musim hujan, air yang tidak terkendali meluap ke permukiman warga.
“Sudah berkali-kali masyarakat terkena banjir akibat irigasi yang tidak berfungsi ini,” katanya.
Dalam audiensi itu, GERAK-NTB meminta BWS NTB segera turun ke lapangan untuk melihat langsung kondisi irigasi tersebut. Menurut Arsa, pemerintah tidak bisa lagi menunda perbaikan irigasi yang sudah puluhan tahun terbengkalai.
“Kami tidak butuh janji, kami butuh aksi nyata. Ini masalah mendesak,” ujarnya.
Menanggapi desakan tersebut, perwakilan BWS NTB memastikan pihaknya akan segera melakukan survei lokasi.
“Kami akan cek langsung ke lapangan. Kalau memang irigasi ini berada dalam kewenangan kami, InsyaAllah akan segera kami tindaklanjuti,” ujar perwakilan BWS NTB.
BWS NTB menegaskan, hasil survei nantinya akan menjadi bahan laporan untuk pimpinan sebelum menentukan langkah selanjutnya.
“Kami harus melihat dulu kondisi aktualnya. Setelah itu, baru kami bisa mengusulkan tindak lanjutnya,” tambahnya.
Arsa berharap janji BWS NTB itu segera direalisasikan. Menurutnya, kondisi irigasi yang semakin rusak tidak bisa terus dibiarkan.
“Kami akan terus mengawal masalah ini sampai ada tindakan nyata. Jangan sampai petani terus dirugikan karena infrastruktur yang terbengkalai,” ujarnya.
Masalah irigasi BL 5 ini menjadi perhatian serius karena berdampak langsung pada pertanian dan kehidupan masyarakat. Warga berharap pemerintah segera mengambil langkah konkret agar persoalan ini tidak terus berlarut-larut. (*/PorosLombok)
















