(PorosLombok.com) – Para pelaku Industri Kecil Menengah (IKM) logam lokal di Nusa Tenggara Barat (NTB) merasa bangga dilibatkan dalam hajatan nasional Festival Olahraga Rekreasi Nasional (FORNAS) VIII.
Pasalnya, mereka diberi kepercayaan penuh untuk membuat coldrone menara api yang menjadi salah satu elemen utama dalam acara pembukaan.
Meski waktu pengerjaan super singkat—hanya 10 hari—IKM lokal membuktikan bahwa mereka mampu menyelesaikan proyek dengan hasil berkualitas tinggi.
“Ini bukan soal waktu. Ini tentang kepercayaan dan kebanggaan. Kami diberi tantangan besar dan kami jawab dengan kualitas terbaik. Endak kaleng-kaleng,” tegas Saeful Haq salah satu tim pembuat coldrone, Minggu (20/7).
Proyek ini dikerjakan oleh dua tim IKM, yakni Okelas dan CV Rotani Babakan. Total ada sekitar 10 orang yang bekerja siang-malam secara lembur.
Pabrikasi dilakukan di CV Rohtani, sedangkan pemasangan (erection) berlangsung di Taman Sangkareang, Kota Mataram—lokasi utama kegiatan FORNAS VIII.
“Normalnya pekerjaan seperti ini butuh 30 hari. Tapi karena kepercayaan panitia, kami sanggupi 10 hari. Ini jadi momen kami untuk buktikan bahwa IKM logam NTB tidak hanya cepat, tapi juga kuat dari sisi mutu,” ujarnya.
Hingga hari kedua, progres pengerjaan sudah tembus 80 persen. Malam ini, rencananya akan dilakukan uji coba api. Saeful berharap hasil kerja keras timnya bisa menjadi pembuktian bahwa IKM lokal layak diberi ruang dalam berbagai proyek strategis.
“Kami sering dianggap sebelah mata. Tapi hari ini kami berdiri sejajar. Kami tidak minta dana, kami hanya minta kesempatan,” tandasnya.
Lebih jauh, Saeful menegaskan bahwa pelaku IKM logam NTB siap bersinergi dengan pemerintah daerah. Mereka ingin terus terlibat dalam event-event besar, sekaligus menunjukkan bahwa produk lokal juga bisa bersaing secara nasional.
“Produk kami siap diadu. Bukan cuma kuat, tapi juga rapi, presisi, dan estetik. Ini kebanggaan kami, dan semoga ini jadi awal keterlibatan yang lebih besar ke depan,” pungkasnya.
(arul/PorosLombok)















