Komite MAN 1 Selong Tak Hanya Urus Dana, Tapi Tentukan Arah Kemajuan Madrasah

(PorosLombok.com) – Komite Madrasah di MAN 1 Selong kini tak lagi dipandang sebagai pelengkap formalitas. Peran mereka telah menjelma menjadi mitra strategis yang ikut memikirkan arah dan langkah kemajuan lembaga pendidikan tersebut.

Hal ini disampaikan langsung oleh Kepala MAN 1 Selong, Nurul Watoni, saat menyoroti pentingnya kolaborasi antara pihak madrasah dan komite dalam mendukung program sekolah. Ia menegaskan bahwa komite bukan sekadar pengumpul atau penyalur dana.

“Keberadaan komite sangat signifikan dalam mendukung kesuksesan program sekolah, baik dari sisi akademik maupun non-akademik,” ujar Nurul, Kamis (17/7).

Menurut dia, ada banyak kegiatan sekolah yang tak sepenuhnya bisa diakomodasi melalui Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS). Di titik inilah komite hadir, bukan hanya sebagai penyokong biaya, tetapi juga sebagai penentu arah.

“Termasuk kegiatan-kegiatan yang tidak bisa tercover oleh dana BOS, komite sangat berperan di situ,” lanjutnya.

Namun yang lebih menarik, kata Nurul, kontribusi komite di MAN 1 Selong tak berhenti pada soal anggaran. Komite aktif memberikan masukan-masukan penting demi kemajuan madrasah secara menyeluruh.

“Di MAN 1, komite tidak sekadar membantu pembiayaan. Pengurus komitenya cukup besar kontribusinya dalam memberikan masukan kepada kita, terkait arah dan kemajuan madrasah,” tegasnya.

Ia menuturkan, para anggota komite madrasah yang saat ini terlibat adalah orang-orang yang sudah lama berkecimpung di dunia pendidikan. Mereka memiliki latar belakang akademis yang kuat.

Tak hanya itu, lanjut Nurul, para anggota komite ini juga memiliki idealisme tinggi terhadap dunia pendidikan. Mereka ingin melihat kemajuan nyata di tingkat lokal, khususnya di Lombok Timur.

“Komite yang saya bentuk memang berasal dari para praktisi pendidikan yang punya semangat dan idealisme tinggi. Mereka ingin pendidikan kita di Lombok Timur ini benar-benar maju,” katanya.

Kepala madrasah itu pun mengapresiasi model kemitraan yang sudah berjalan. Ia merasa terbantu dengan pola pikir dan sudut pandang yang dibawa oleh komite madrasah dalam setiap pertemuan dan diskusi.

Dengan pola hubungan seperti ini, Nurul yakin bahwa madrasah bisa lebih cepat bergerak dalam membangun kualitas. Ia juga percaya bahwa model kolaborasi ini bisa menjadi contoh bagi lembaga pendidikan lainnya.

“Madrasah tidak bisa maju sendiri. Harus ada kerja sama yang sinergis. Dan kami bersyukur, komite MAN 1 Selong sudah menjalankan peran itu dengan sangat baik,” pungkasnya.

(arul/PorosLombok)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

TERBARU