Mahasiswa Universitas Hamzanwadi Belajar Matematika di Masjid Kuno dan Bale Adat Bayan

PorosLombok.com – Siapa bilang matematika cuma bisa dipelajari dari buku? Mahasiswa Universitas Hamzanwadi membuktikan sebaliknya.

Mereka turun langsung ke Masjid Kuno Bayan dan Bale Adat Gumantar untuk membongkar konsep matematika dari akar budaya, Sabtu (14/6).

Dalam kuliah lapangan bertema etnomatematika ini, para mahasiswa mengamati langsung bentuk geometri, pola simetri, hingga konsep pengukuran yang melekat pada arsitektur bangunan tradisional.

“Matematika bukan sekadar hitungan. Ia hidup dalam budaya. Ada logika di balik ukiran, ada rumus dalam susunan bangunan,” kata Dr. Sri Supiyati, M.Pd.Si., Koordinator Prodi Pendidikan Matematika Universitas Hamzanwadi.

Mereka juga mewawancarai tokoh adat untuk menggali nilai filosofis yang menjadi dasar struktur bangunan dan tradisi setempat. Di sinilah matematika tidak lagi kaku, tapi menjadi bagian dari cara hidup masyarakat.

“Kami ingin mahasiswa sadar, bahwa ilmu bisa tumbuh dari tanah sendiri. Tidak semua harus diimpor dari buku luar negeri,” ujarnya.

Kegiatan ini bukan jalan-jalan ilmiah belaka. Mahasiswa ditantang menyusun bahan ajar berbasis budaya yang bisa dipakai langsung di kelas—praktis, aplikatif, dan dekat dengan realita murid.

“Kalau guru bisa ajak murid melihat matematika dari tradisi sendiri, pembelajaran akan jauh lebih bermakna,” tegas Sri Supiyati.

Para tokoh adat pun antusias menyambut langkah ini. Mereka menyebut kegiatan semacam ini bukan hanya edukatif, tapi juga cara cerdas merawat warisan budaya.

“Kami senang. Mereka datang bukan sekadar foto-foto, tapi benar-benar belajar dari kami,” kata salah satu tokoh adat Gumantar.

(*/PorosLombok)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Bank NTb

TERBARU